ACEH TENGAH, Jumat (06/03) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka mendukung program hilirisasi pengembangan kopi Arabika Gayo 1 dan Gayo 3, CV Mitra Tunas Mandiri mengumpulkan sejumlah penangkar bibit kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyukseskan program hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah penghasil kopi, khususnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Diketahui, program hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat serta membuka peluang lapangan kerja baru di sektor perkebunan dan pengolahan kopi di wilayah tersebut.
Pimpinan Komisaris Utama (Komut) CV Mitra Tunas Mandiri, Edwin Yoga, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas program hilirisasi yang dinilai memberi dampak positif bagi para penangkar bibit dan pelaku usaha di sektor pertanian.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah membuat program hilirisasi,” ujar Edwin Yoga.
Ia juga menyampaikan bahwa program hilirisasi yang berada di bawah kendali Menteri Pertanian dinilai berjalan secara transparan serta tidak membebankan biaya kepada para penangkar benih di Indonesia.
“Program hilirisasi di bawah kendali Bapak Menteri Pertanian adalah program yang sangat bersih tanpa membebankan apa pun kepada penangkar benih Indonesia,” tambahnya.
Edwin juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktorat Perbenihan yang terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program hilirisasi di berbagai daerah.
“Terima kasih kepada Bapak Dirjenbun dan Dir Perbenihan yang selalu memantau jalannya program hilirisasi untuk seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Program pengembangan kopi Arabika Gayo melalui hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi, memperkuat rantai pasok bibit unggul, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah.












