BLORA, Jumat (06/03) suaraindonesia-news.com – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut membahas dua agenda utama, yakni optimalisasi jaringan gas (jargas) rumah tangga serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal di sektor minyak dan gas (migas).
Dalam pertemuan itu, Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya di sektor migas. Namun, menurutnya, pengembangan potensi tersebut memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Kami berdiskusi mendalam mengenai potensi migas di Blora. Sebagai daerah penghasil, kami ingin memastikan kekayaan alam ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan infrastruktur dan SDM,” ujar Arief Rohman, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET).
Dalam diskusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora juga mendorong agar wilayahnya menjadi prioritas dalam program pembangunan jaringan gas rumah tangga, baik melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dukungan program dari pemerintah pusat.
Langkah ini sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Blora yang tengah mengusulkan alih fungsi lahan seluas 1.300 hektare di kawasan Cemoro Modang (Pos DX) kepada Kementerian Kehutanan. Lahan tersebut direncanakan untuk dikembangkan menjadi Kawasan Industri Berbasis Gas.
Bupati Arief Rohman menilai, keberadaan potensi gas di Blora seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk daerah lain, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan industri di wilayah setempat. Hal itu mengingat pasokan gas untuk Kawasan Industri Batang berasal dari wilayah Blora, tepatnya dari Blok Gundih.
Ia berharap Blora tidak hanya menjadi jalur distribusi gas, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat pertumbuhan industri berbasis energi.
Selain membahas infrastruktur energi, pertemuan tersebut juga menyoroti penguatan kualitas SDM lokal di sektor migas. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengapresiasi kompetensi lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu.
Menurut Wahyudi, lulusan tahun 2026 dari institusi tersebut memiliki peluang besar untuk dilibatkan dalam agenda monitoring dan evaluasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta program kompensasi negara.
“Blora punya energi yang siap. Jika didistribusikan dengan tepat ke sektor rumah tangga, UMKM, hingga industri, Blora pasti bisa maju lebih pesat,” ujar Wahyudi Anas.
Dengan adanya koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora berharap pemanfaatan potensi migas di daerah dapat semakin optimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.












