Pulang Kampung ke Gang Batu Arang, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Warga - Suara Indonesia
BeritaNewsRegionalSosial Budaya

Pulang Kampung ke Gang Batu Arang, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Warga

Avatar of admin
×

Pulang Kampung ke Gang Batu Arang, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260227 165707
Foto: Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, saat menyampaikan sambutan dalam acara buka puasa bersama ratusan warga dan keluarga besar di Gang Batu Arang, Jalan 21 Januari, Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat.

BALIKPAPAN, Jum’at (27/2) suaraindonesia-news.com – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Gang Batu Arang, Jalan 21 Januari, Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat pada Kamis, (26/2) sore kemarin.

Di bawah langit senja Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memilih kembali ke tempat kelahirannya untuk menggelar buka puasa bersama warga dan keluarga besarnya.

Momen ini bukan sekadar seremoni kepemerintahan, melainkan sebuah ajang napak tilas bagi sang Gubernur. Kehadirannya didampingi oleh dua sosok sentral yang juga saudara kandungnya, yakni Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, dan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Berkumpulnya tiga bersaudara yang kini memegang tampuk pimpinan di Kaltim dan Balikpapan ini menjadi simbol keberhasilan putra daerah yang tumbuh dari gang sempit Kampung Baru.

Dalam sambutannya, Rudy Mas’ud mengungkapkan bahwa Kampung Baru merupakan tempat kelahirannya, dimana ia bersama saudara-saudaranya menempa mental dan karakter semasa kecil hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang.

“Jangan pernah minder dengan nama daerah ini. Kami berkumpul bersama warga di sini ingin menunjukkan bahwa kami lahir, dibesarkan, berinteraksi, sekolah, hingga menjalani kehidupan di daerah ini,” ungkap Rudy dengan nada bangga.

Ia mengatakan bahwa keberhasilan mereka memimpin Kaltim dan Balikpapan saat ini tidak lepas dari nilai-nilai kejujuran dan kerja keras yang diajarkan di lingkungan tersebut. Rudy pun berujar bahwa dirinya baru saja menuntaskan perjalanan dinas sejauh 750 kilometer pulang-pergi untuk meresmikan jembatan di wilayah perbatasan Kutai Timur dan Berau.

Perjalanan berat itu, menurutnya, terasa ringan karena dijalani dengan keikhlasan sebagai bentuk pengabdian untuk rakyat. Tak hanya bernostalgia, Gubernur Rudy Mas’ud memanfaatkan momentum silaturahmi ini untuk memaparkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinannya.

Ia menjelaskan beberapa program strategis bertajuk “Gratispoll” yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Beberapa poin utama program Gratispoll yang disampaikan meliputi pendidikan gratis yang dibiayai Pemprov Kaltim mulai dari jenjang SMA hingga Perguruan Tinggi, baik di negeri maupun swasta bagi putra-putri Kaltim.

Kemudian, kesejahteraan tenaga pendidik dan sosial, dimana guru madrasah, pengelola panti asuhan, tenaga honorer, hingga guru ASN juga mendapatkan insentif tambahan sebesar Rp500 ribu per bulan.

Selain itu, layanan BPJS Kesehatan juga diberikan secara gratis di seluruh rumah sakit di Kaltim, dengan prioritas utama bagi masyarakat menengah ke bawah.

Sebagai apresiasi religi, Pemprov memberikan umroh gratis bagi marbot-marbot masjid yang ada di Kaltim sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Program ini merupakan amanah. Tanggung jawab sosial ini harus kami jalankan dengan penuh keikhlasan dan kejujuran sebagai ladang amal ibadah sekaligus bentuk pengabdian kami kepada masyarakat Kaltim,” pungkasnya.

Acara yang dihadiri oleh ratusan warga, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat ini diisi dengan tausiyah oleh KH. Zailani Mawardi, pengasuh Pondok Pesantren Al Banjari KM 19.

Setelah berbuka puasa dengan hidangan khas lokal, rangkaian acara dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah, makan malam bersama, dan ditutup dengan ibadah Sholat Tarawih yang berlangsung sangat akrab.

Kehadiran sosok-sosok pemimpin Kaltim di tengah warga Kampung Baru ini menjadi pesan kuat bahwa setinggi apa pun mereka melangkah, akar sejarah dan kedekatan dengan rakyat adalah hal yang tak boleh dilupakan.

Tinggalkan Balasan