BeritaEkonomiNewsPemerintahan

Kelangkaan DOC di Pati Bakal Teratasi, Disepakati Pasokan 1000 Bok setiap Pekan

19
×

Kelangkaan DOC di Pati Bakal Teratasi, Disepakati Pasokan 1000 Bok setiap Pekan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260222 230219
Foto: Pertemuan Dirjen PKH Kementan RI, Plt Bupati Pati, Pengusaha Perunggasan dan Peternak Ayam Mandiri sepakati distribusi DOC

PATI, Minggu (22/02) suaraindonesia-news.com – Kelangkaan Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam di Kabupaten Pati bakal teratasi, setelah adanya kesepakatan pendistribusian sebanyak 1.000 bok setiap pekan.

Hal itu terungkap pada rapat koordinasi strategis, yang digelar Minggu (22/02), di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, dipimpin langsung Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda.

Hadir Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU), Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP), Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, serta perwakilan pengusaha perunggasan.

Agenda utamanya yakni memastikan distribusi dan harga DOC lebih stabil sehingga usaha peternak tetap berjalan.

Kesepakatan tercapai antara PPMP dengan perusahaan perunggasan yang tergabung dalam GPPU, sebagai respon atas kebutuhan riil peternak mandiri di wilayah pantura, khususnya Kabupaten Pati.

“Akhirnya hari ini kita sepakati distribusi 1.000 bok DOC per minggu untuk peternak mandiri”, ucap Agung Suganda.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyebut, kebutuhan DOC di Pati mencapai sekitar 33 juta ekor per tahun, dengan 5 hingga 7 siklus pemeliharaan. Dengan harga yang melonjak dari Rp.5000 menjadi Rp.8.000 hingga Rp.10.000 per ekor.

“Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan 1.000 bok per minggu, kami harap produksi kembali normal dan harga ayam di Pati tetap stabil”, kata Risma Ardhi Chandra.

Ia menambahkan, melalui sinergi pusat dan daerah, pihaknya optimis ketersediaan DOC dapat kembali terkendali dan keberlanjutan usaha peternak mandiri tetap terjaga.

Menurut Chandra, pemerintah daerah juga akan menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pendataan kebutuhan bibit ayam per siklus, pembelian secara kolektif, hingga pengembangan unit penetasan telur menjadi DOC (hatchery), serta penguatan koperasi sebagai offtaker (penyerap produksi).

Selain itu, pengawasan harga, fasilitasi distribusi resmi dan penguatan bio-security (pengamanan dari penyebaran penyakit) menjadi bagian strategi menjaga daya saing sektor unggas daerah.

Sebelumnya, peternak ayam mandiri di pantura Pati merasa gelisah karena usahanya terancam tidak berproduksi karena sistem kuota pasokan DOC, dinilai tidak adil dan berpihak.

Bahkan, peternak mandiri yang tergabung dalam PPMP berencana menggelar aksi unjuk rasa terhadap integrator (perusahaan penyedia bibit ayam), yang dijadwalkan besok pagi, Senin (23/02), yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pucakwangi.