JAKARTA, Selasa (10/02) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menyambut positif rencana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membangun pusat perkantoran lembaga-lembaga Islam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Rencana strategis tersebut disampaikan Nusron Wahid di sela-sela acara Dzikir Bersama dan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat Periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta.
“Masalah penyediaan gedung ini adalah bentuk komitmen presiden kepada kewibawaan dan perjuangan umat Islam sebagai mayoritas kekuatan yang ada di Indonesia,” ujar Nusron Wahid saat menjelaskan latar belakang pemanfaatan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi yang disiapkan pemerintah.
Nusron menilai langkah Presiden Prabowo tersebut sebagai kebijakan yang strategis dan berpihak pada penguatan kelembagaan umat. Dengan adanya kantor bersama, menurutnya, lembaga-lembaga Islam dapat lebih fokus menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
“Supaya mereka tidak lagi terbebani overhead tiap bulan dan fokus untuk memberdayakan umat. Ini kita sambut positif. Apalagi umat Islam di Indonesia sebagai kekuatan mayoritas, kalau terurus dengan baik tentunya akan membantu bangsa Indonesia ini dengan baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN itu menjelaskan bahwa lokasi yang disiapkan Presiden Prabowo merupakan bangunan ikonik di pusat Ibu Kota yang sebelumnya digunakan sebagai Kedutaan Besar Inggris.
“Gedung yang dulunya adalah Kedutaan Besar Inggris, di samping Jalan Thamrin, di samping Hotel Grand Hyatt. Gedung itu nanti akan dijadikan kantor bersama antara BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), MUI, BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), dan instansi-instansi keumatan lainnya,” jelas Nusron Wahid.
Ia juga mengungkapkan bahwa Gedung Umat tersebut direncanakan memiliki kapasitas yang besar dengan desain bangunan bertingkat tinggi.
“Menurut informasi, desain yang disusun oleh Pak Menteri Agama itu sekitar 40 lantai. Namun nanti akan dibagi-bagi, ada ormas, MUI, Baznas, BWI, BPKH, Dewan Masjid, dan semuanya berada dalam satu gedung untuk mengonsolidasi secara terpadu kekuatan-kekuatan umat yang ada,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung rencana tersebut di hadapan sekitar 58 ribu jemaah yang hadir. Presiden menegaskan bahwa pemerintah menyediakan lahan strategis di jantung Jakarta untuk kepentingan lembaga-lembaga umat Islam.
“Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah. Jangan hanya ada mal, nanti ada gedung yang akan diperuntukkan bagi lembaga-lembaga umat Islam,” ujar Presiden Prabowo.
Acara bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” tersebut juga menjadi momentum kepedulian sosial. Melalui panitia yang dipimpin Nusron Wahid, MUI menyalurkan bantuan rehabilitasi tiga masjid serta donasi untuk perbaikan 500 rumah guru mengaji dan marbot di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana alam.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden ke-10 Republik Indonesia Jusuf Kalla, para menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih, serta ribuan jemaah yang merupakan perwakilan MUI, pondok pesantren, dan majelis taklim se-Jabodetabek.












