PAMEKASAN, Selasa (29/10/2019) suaraindonesia-news.com — Menyusul UMKM Pribumi Sumenep, UMKM Pribumi Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan rakor perdana. Berbeda dengan sumenep, UMKM Pribumi Pamekasan langsung melakukan penentuan jenis usaha dan membedah proposal.
Menurut Santhi Arifah, Ketua Pengurus UMKM Pribumi Pamekasan, sebagian besar pengurus kecamatan merupakan wirausahawan aktif dan Asatidz honorer Madrasah.
“Bagi asatidz honorer ini merupakan anugerah karena memiliki potensi tambahan pendapatan mengingat kecilnya HR sebagai guru honorer,” terangnya.
Menurutnya, wirausahan bisa meningkatkan dan mengembangkan usahanya agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen, dimana selama ini kendala utamanya adalah modal usaha.
“UMKM Pribumi ini adalah solusi bagi kita untuk membuka dan mengembangkan usaha, tanpa agunan dan tanpa riba,” imbuhnya.
Senada yang di sampaikan Miftahol Arifin sebagai Koordinator Madura bahwa guru honorer itu tidak boleh menggantungkan penghasilnya pada mengajar saja, karena meraka akan tidak ikhlas mengajar bila HR lambat atau tak sesuai harapan.
“Makanya usaha pada UMKM Pribumi menjadi salah satu solusi memenuhi minimnya pendapatan guru. Yang terpenting guru tersebut harus betul-betul tanggung jawab pada pekerjaan yang di gelutinya,” katanya.
Untuk diketahui, Jenis usaha yang berhasil dipetakan dari setiap kecamatan meliputi: sembako, dagang sapi jagir, travel dan transportasi, pengolahan hasil laut, konveksi, ternak ayam petelur, produksi garam, penggemukan sapi, mebeler dan furniture, pengolahan pupuk, toko pertanian, dan produkusi batik.
Reporter : Halis
Editor : Amin
Publisher : Marisa
