78 PKL Terdampak Eksekusi Tanah Mengadu Ke Pemkot Batu

Wakil Walikota Batu Punjul Santoso.

KOTA BATU, Kamis (6/12/2018) suaraindonesia-news.com — Sebanyak 78 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak eksekusi tanah dan pengosongan lahan di Jalan Wr Suprapman dan Jalan Sudiro kota Batu Jawa Timur, Kamis (6/12/2018) siang mengadu ke Pemerintah kota (Pemkot) Batu, lantaran paska eksekusi tanah dan pengosongan lahan yang dilakukan oleh Pengdilan Negeri Malang, para PKL menjadi nasibnya kian tidak jelas.

Wakil Walikota Batu Punjul Santoso meengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pemkot Batu akan berupaya mencarikan solusi agar mereka tetap berjualan seperti semula, karena pemkot Batu mengetahui akibat dampak eksekusi tanah dan pengosongan lahan yang ditempati oleh mereka, hingga membuatnya tidak bekerja lagi.

“Akibat eksekusi tanah dan pengosongan lahan itu, ada 78 PKL yang menjadi korban, karena lahan yang mereka tempati itu, ternyata kalah di pengadilan,” kata Punjul saat ditemui usai acara Gerakan Nasional DAS (GN PDAS) tingkat Propinsi di Kecamatan junrejo, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, dampak penggusuran 78 PKL itu karena orang yang menyewakan lahan kepada para PKL itu kalah dipengadilan, sementara para PKL yang melalakukan kontrak dan sewa bedak itu tidak mengetahui jika lahan tersebut masih dalam proses sengketa. Mereka hanya mengetahui jika lahan tersebut milik Suprapto yang sah.

Padahal dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 825/ Kelurahan Sisir, yang diterbitkan oleh kantor Pertanahan Kabupaten Malang, kata dia, yang menjadi pemilih sah adalah Linawati Hidayatno Warga Surabaya, Sementara Lawannya yang menyewakan lahan kepada para PKL dan mengaku sebagai pemilik lahan itu karena hanya didasari surat dan tanda tangan palsu.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Ya kita upayakan secepatnya untuk mencari solusi yang terbaik agar mereka bisa bekerja lagi, bisa berjualan lagi,” janji Punjul.

Lanjutnya, dengan pertemuan pada pedagang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Batu dapat membuahkan hasil yang terbaik, mencari solusi yang terbaik, mereka dicarikan tempat yang representatif.

“Kalau bisa mereka tetap berjualan lagi disitu, apa dengan cara sewa atau kontrak kepada pemilik lahan yang telah memenangkan di PN itu, kalau memang yang dikehendaki itu kami akan secepatnya melakukan komunikasi dengannya,” jelas Punjul.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here