40 Desa Di Kabupaten Probolinggo Mengalami Darurat Bencana Kekeringan

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Dwi Joko menunjukkan mobil tangki air dan Peta Kabupaten Probolinggo, tanda silang adalah Desa yang berstatus Darurat Bencana Kekeringan

Probolinggo, Suara Indonesia-News.Com – Sedikitnya 40 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo dimusim kemarau tahun 2015 dinyatakan dalam keadaan Darurat Bencana Kekeringan.

Data Desa yang berstatus keadaan darurat bencana kekeringan tersebut, menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Dwi Joko,kepada sejumlah wartawan saat dikonfirmasi, Senin (27/7/15), Dwi Joko mengatakan berdasar Surat Ketetapan Bupati Probolinggo Nomer: 360/882/426.12/2015 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Kekeringan Kabupaten Probolinggo Tahun 2015.

Dwi Joko mengatakan, dari 11 Kecamatan tersebut ada 4 Kecamatan yang Desanya paling banyak mengalami darurat bencana kekeringan.

Pertama adalah Kecamatan Tongas. Di Kecamatan Tongas ini 9 Desa mengalami status darurat kekeringan kritis. Yaitu: Ds Tongas Kulon, Ds Tongas Wetan, Ds Curah Tulis, Ds Sumendi, Ds Klampok, Ds Sumber Rejo, Ds Sumber Kramat, Ds Wringin Anom, dan Ds Pamatan.

Kedua Kecamatan Lumbang ada 7 Desa mengalami darurat bencana kekeringan kritis,yaitu : Ds Wonogoro, Ds Lumbang Kuning, Ds Lumbang, Ds Boto, Ds Palang Besi, Ds Purut, Ds Krandon Sentul. Selain itu di Kecamatan Lumbang ini juga ada 2 Desa mengalami darurat kekeringan langka, yaitu Ds Branggah dan Ds Sapih.

Ke tiga, Kecamatan Sukapura ada 6 Desa mengalami darurat bencana kekeringan kritis, yaitu: Ds Sapikerep, Ds Ngadirejo, Ds Pakel, Ds Sukapura, Ds Ngepung dan Ds Sariwani.

Ke empat Kecamatan Wonomerto ada 5 Desa mengalami darurat bencana kekeringan kritis, yaitu: Ds Sepuh Gembol, Ds Jrebeng, Ds Wonorejo, Ds Patalan, dan Ds Sumberkare.

Dwi Joko Mengatakan, musim kemarau tahun 2015 ini dipengaruhi oleh Elnino (meningkatnya suhu udara dilautan), sehingga berdampak musim kemarau agak panjang dimulai dari bulan Juni-2015, diperkirakan hingga bulan November-2015, ungkapnya.

Sementara, lanjut Dwi Joko dalam penjelasannya, langkah jangka pendek yang dilakukan BPBD adalah mendistribusikan air bersih ke Desa-desa yang mengalami status darurat bencana kekeringan dengan mobil tangki air, ujarnya.

Sementara ini, kata Dwi Joko, BPBD Kabupaten Probolinggo mempunyai mobil tangki air 6 unit, 5 mobil tangki berkapasitas 6000 liter, dan 1 unit mobil tangki dengan kapasitas 5000 liter. Tiap hari 6 desa dikirim air bersih sampai ke tingkat dusun dan RT, ucapnya.

Dwi Joko juga mengatakan, distribusi air bersih ke desa-desa yang terdampak status darurat bencana kekeringan ini dianggarkan BPBD dari anggaran APBD bencana alam tahun 2015 sebesar Rp.260 juta/tiga bulan, sedang untuk yang satu bulan sudah mengajukan ke BPBD Propinsi sebesar Rp.160 juta namun belum ada realisasi, pungkasnya menambahkan. (Singgih).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here