Bupati Sumenep Tak Bisa Temui Demonstran, Ini yang Dilakukan Mahasurya

Massa aksi melakukan shalat gaib sebagai bentuk kekecewaan karena tidak bertemu Bupati

SUMENEP, Kamis, (9 November 2017) suaraindonesia-news.com – Puluhan mahasiswa melakukan aksi demontrasi di depan Kantor Bupati Sumenep, Puluhan mahasiswa tersebut mengatasnamakan mahasiswa sumekar raya (Mahasurya), Kamis (9/11/2017).

Dalam orasinya, korlap aksi Bisri Gie menuntut Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim sebagai leading sector dan pemangku kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep wajib melakukan evaluasi terhadap semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Bupati Sumenep harus mengevaluasi kinerja 8 OPD. Demi pembangunan Sumenep kedepan,” teriknya.

Baca Juga: Adminduk On The Spot Berhasil Layani Ribuan Warga Jember 

Bisri Gie menyampaikan hasil investigasi lembaganya, bahwa Bupati Sumenep harus jeli dalam menempatkan pejabat di posisi penting guna menghindari adanya pimpinan yang tidak kompeten dibidangnya.

“Sehingga terkesan memaksakan jabatan. Jika demikian akan berimbas pada pelayanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, delapan OPD yang harus dievaluasi Inspektorat, dinas pendidikan, disperindag, Satpol PP, BPPT, Dinas Perhubungan, DPKAA dan DLH.

“Kinerja depalan OPD dengan hasil audit BPK yang terdapat penyimpangan senilai Rp. 6,4 miliyar, ini bukan nilai kecil,” tandasnya.

Pantauan suaraindonesia-news.com dilokasi, masa aksi sempat bentrok dengan pihak kepolisian. Karena masa aksi mendesak ingin bertemu langsung dengan Bupati Sumenep.

Polisi berusaha menghalangi karena Bupati tidak ada di kantor. Namun, masa aksi tidak percaya jika Bupati tidak ada di kantor, sehingga para demonstran berusaha menswiping Kantor Pemkab, namun sejumlah petugas memukul mundur para demonstran.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi melakukan shalat gaib sebagai bentuk kekecewaan karena tidak bertemu Bupati, dan akhirnya tertib membubarkan diri sambil berjalan mundur.(Mahdi/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here