Warga Beji Tolak Ruislag Dengan Jatim Park 3

Kades Beji Kukuh Sibianto

KOTA BATU, Rabu (31/1/2018) suaraindonesia-news.com – Warga desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu menolak jika tanah bengkok seluas 4.250 meter persegi yang kini dijadikan areal parkir dan akses masuk menuju obyek wisata Jatim Park 3 itu di ruislag dengan Jatim Park Group.

Kukuh Subianto kepala desa Beji saat ditemui di kantornya, Rabu(31/1/2018) siang, mengatakan hasil pertemuan dengan Badan Permusyawaratan desa (BPD), Perangkat desa, tokoh Masyarakat, Capoktan dan Komunitas Peduli Desa Beji menolak jika tanah yang sekarang dijadikar areal parkir dan akses masuk menuju Jatim Park 3 itu ditukar gulingkan atau diruislag.

“Hasil pertemuan dengan warga itu pada kesimpulannya tidak setuju kalau tanah bengkok itu diruislag dengan Jatim Park 3, akan tetapi bila dikerjasamakan, warga oke-oke saja. Warga setuju asal Mou nya jelas dan disepakati oleh warga,” kata Kukuh.

Menurutnya, kerja sama yang akan ditawarkan dengan jatim Park 3, pihak desa tidak mau jika nantinya pengembang rugi dan juga tidak mau pihak desa merugi, tetapi harus sama-sama menguntung kedua belah pihak, dan juga bersifat terbuka dan transparan.

“Dan jika kerja sama ini disepakati, dana yang diterimanya akan menjadi Pendapatan asli desa (PADES) Beji dan juga akan masuk menjadi APB Desa, program inilah yang nantinya akan menjadi pemasukan desa secara rutin berkesinambungan dan berdampak pada kesejasterakan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Dino Park Terbakar, Karyawan Semburat 

Namun ia menyesalkan dengan sikap pengembang Jatim Park 3 atau Dino Park, sebab sampai sekarang komunikasi belum terjalin secara legal formal, tetapi tanah bengkok itu secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan desa termasuk BPD, tokoh Masyarakat, Komunitas Peduli Desa Beji dan Capoktan dijadikan areal parkir dan akses masuk menuju tempat wisata Dino Park.

“Mestinya pengembang itu harus kulo nuwun dulu. Kesepakatan tertulis tidak ada, belum ada perjanjian tertulis, tiba-tiba tanah bengkok itu digunakan lahan parkir, sebenarnya warga Beji itu terbuka, diajak komunikasi itu enak,yang penting jelas,” ungkapnya.

Terkait soal tenaga kerja dan UMKM, Kukuh bermaksud untuk memperdayakan warganya sekaligus bisa menambah Pendapatan asli desa, merekruit tenaga kerja di Jatim Park harus diperioritaskan warga sekitar keculai tenaga ahli, sementara di desa Beji tidak ada, merekrut dari luar tidak masalah.

“Kami akan tahu diri, coba sekarang berapa warga sekitar yang direkrut jadi karyawan dino Park, apa itu ada 20 persen, makanya sekarang ini kalau pemkot Batu akan menyelesaikan masalah ini, kami sangat berharap, lebih cepat lebih baik,” tuturnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here