Virus Mematikan Covid-19, bagaimana menyikapinya?

oleh -150 views
Dhafir Munawar Sadat, Alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura.

Oleh : Dhafir Munawar Sadat

Alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura.

Pemerintah Indonesia awal nya enteng-enteng saja menanggapi isu covid-19 yang berawal dari Kota Wuhan di Cina itu, banyak sekali pernyataan – pernyataan pejabat yang menyepelekan dan mengentengkan, diantaranya Menteri Perhubungan Budi Karya, itu semua merupakan bumbu-bumbu kehidupan sebagai pejabat, dan akhirnya pemerintah harus betul-betul serius menangani pandemic Coronas tersebut, ini bukan lagi penyakit nasional tapi internasional, Kota Mekkah yang biasanya ramai banyak ummat muslim untuk berkunjung ke rumah Allah mulai sepi, Kerajaan Penguasa Arab Saudi sudah memberlakukan pelarangan penerbangan, ribuan ummat muslim yang mau melaksanak ibadah umrah terpaksa harus ditunda keberangkatannya sampai waktu yang belum ditentukan, Malaysia sudah me-lokcdown rakyat berkegiatan diluar rumah, dan banyak sudah negara-negara lain yang memberlakukan locdown ini.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi penyebaran virus corona, sah-sah saja pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut, itu semua demi melindungi rakyatnya, Karena keselamatan rakyat di atas segala-galanya. Bagaimanapun pemerintah harus menggunakan segala cara untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, dan sebelum korban bertambah banyak.

Negara Indonesia salah satu negara termasuk banyak korbannya dalam kasus ini, bahkan no 3 di dunia, begitu cepatnya menyebar virus ini, samapi-samp[ai pemerintah meliburkan sekolah-sekolah selama 2 pekan kedepan, kita tidak tau apa nanti biasa dikurangi atau malah sebaliknya ditambah sampai datangnya bulan agung bulan ramadhan, beberapa kegiatan berskala Nasional pun sudah banyak yang ditunda, termasuk road show pengajian DR. Abdussomad, LC, MA, yang sejatinya akhir bulan maret dan awal bulan April ini dilakasanakan dibeberapa Kota di Surabaya dan Madura termasuk pengajian Akbar di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, karena kita harus patuh pada maklumat pemerintah dan demi mengurangi merebaknya pandemic covid-19 ini.

Untuk Jawa Timur diberitakan dalam Jawa Pos hari rabu tanggal 18 Maret 2020, enam warga Jatim positif Korona, pemerintah pun melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya melacak keluarga pasien dan memberlakukan status darurat diperpanjang sampai 29 Mei 2020, berarti sampai bulan ramadhon karena puasa jatuh pada akhir bulan April dan Hari Raya Idul Fitri pada akhir bulan Mei, pemerintah sudah mengantisipasi agar tidak banyak korban, yang jelas lonjakan massa terjadi di bulan liburan ketika akhir bulan puasa, artinya negara dalam keadaan genting alias gawat darurat. Masyarakat perlu meng-apresiasi kerja Gubernur jatim khususnya dan umumnya pemerintah RI.

Masyarakat juga perlu mengontrol kinerja pemerintah dalam hal ini kantor kantor pelayanan masyarakat, kita tahu dan sudah menjadi rahasia umum, dimana banyak sekali oknom-oknom yang mengambil kesempatan dalam kesmpitan, pemerintah harus jeli dan teliti, segera tindak kalau ada oknom yang menyengsarakan rakyat, contohnya kelangkaan masker, dan mahalnya masker, sembako dan lain-lain, disinilah tugas pemerintah sejauh mana kesungguhannya dalam membantu rakyat bukan sebaliknya. Segera antisipasi, buatlah informasi center, kerahkan petugas-petugas dititik-titik tertentu karena sedikit lengah disanalah kesempatan dengan cepat bergerak bagaikan kilat, buktikan keadilan social bagi seluruh rakyat diatas segala-galanya, rakyat siap mengawal demi terciptanya kedamaian diseluruh nusantara dan kita Indonesia terbebas dari segala penyakit mematikan, rakyat tenang pemerintah senang.

Banyak polemik diteng-tengah masyarakat yang sengaja di isukan sedemikian rupa, guna membuat keruh dari yang keruh semakin keruh, yang semua tujuannya untuk mempecah belah masyrakat, ada yang bilang biasa-bias aja menyikapi fenomena virus corona ini, ada yang bilang bilang kita harus serius menangani virus ini, ada yang cuek sama sekali, padahal usaha itu perlu, kalau kita sudah berusaha sedemikan rupa sesuai arahan yang berkopenten, baru kita bertawakkal setelah itu kemudian berdo’a, ummat islam wajib berusaha, wajib bertawakkal dan wajib berdoa, tanpa itu semua akan sia-sia, banyak yang bilang ”sudahlah jangan kepo, jangan ikut-ikutan sibuk, posting ini posting itu, posting sana posting sini, semuanya kembali kepada Allah, kita punyak Allah, apa kata Allah, itu yang terbaik bagi kita”, janganlah kita pasrah sama takdir, manusia wajib berusaha semuanya Allah yang menentukan.

Semoga kita, keluarga kita, sanak family kita, tetangga kita, dan semuanya terhindar dari segala macam penyakit dunia dan penyakit lainnya, amien- amien yaarabbal aalamien.

Kraksaan, Rabu 18 Maret 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *