Usai Pulang Sekolah, Gadis 14 Tahun Disetubuhi 4 Anak Punk

Tersangka beserta barang bukti saat diamankan pores Kota Batu

KOTA BATU, Senin (19/2/2018) suaraindonesia-news.com – Seorang gadis berusia 14 tahun yang masih berstatus pelajar asal kota Batu menjadi korban kebiadaban anak punk atau anak jalanan (anjal) yang biasa mangkal di kota Batu. Tragisnya korban diperkosa 4 anak punk secara bergiliran disiang bolong di belakang Gedung Olah Raga (GOR) Ganesha Jalan kartini kota Batu, Jawa Timur.

Akibat perbuatan bejatnya itu, dari 4 pelaku anak punk, dua diantaranya berhasil diamankan polisi Polres Batu, sementara dua orang pelaku, kini masih dalam pengejaran polisi, keduanya berstatus DPO. Namun Polisi sudah mengantongi indentitas pelaku yang berstatus DPO itu.

Peristiwa itu bermula satu hari sebelumnya korban mengirim pesan melalui facebook mengajak RQ (16) warga Jalan Kawi kota Batu yang tak lain adalah pelaku untuk bertemu di GOR Batu pada besuknya.

Janji itu ditepati oleh RQ, korban mengira akan diajak makan-makan di cafe, karena penampilan RQ di FB nya terkesan orang yang baik, Ganteng dan tampak anaknya orang berada, tetapi apa yang kira itu ternyata meleset berubah 180 derajat, tidak seperti yang dibayangkan, RQ ternyata orangnya berpenampilan lusuh.

Agar tidak mengecewakan RQ, korban tetap berbincang-bicang seperti hanya teman barunya. Tetapi RQ saat bertemu, pelaku langsung mengajaknya bersetubuh dengan cara memaksa korban ke belakang gedung GOR Ganesha,tiga orang temannya yang menunggui sudah siap untuk meng eksekusinya, disiang bolong itu sekitar pukul 14.00 WIB, gadis yang masih berstatus pelajar SMP itu langsung di sebutubuhi secara bergiliran.

Baca Juga: Meminimalisir Kejahatan Seksual, Polisi Pasang 500 CCTV di Villa dan Tempat Wisata 

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto saat ditemui di Mapolres Batu, Senin (19/2/2018) mengatakan kejadian itu bermula saat korban usai pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB. Korban dan pelaku bertemu di GOR Ganesha, Pelaku kemudian mengajak korban melakukan persetubuhan, namun sebenarnya korban menolaknya.

“Setelah itu RQ mengajak korban untuk melakukan persetubuhan dengan cara mengancam, selanjutnya RQ melakukan persetubuhan terhadap korban dengan bergiliran, Pikek, Ari dan Tebe,” Kata Kapolres Batu

Lanjut dia, dari 4 orang pelaku itu, petugas berhasil mengamankan RQ asal Jalan Kawi kota Batu dan Ari 20 tahun warga Jatilengger kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, sementara dua orang masih berstatus DPO.

“Akibat perbuatan itu pelaku dijerat dengan pasal 81 dan/atau pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara,“ pungkasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here