Upaya Pemenuhan Hak Disabilitas Butuh Dukungan Semua Pihak

oleh -347 views
Suasana dialog interaktif di kantor RRI Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah/SI).

JEMBER, Sabtu (04/12/2021) suaraindonesia-news.com – Hari Disabilitas Internasional yang diperingati tanggal 03 Desember setiap tahunnya merupakan momen untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, memberikan dukungan terhadap peningkatan kemandirian dan kesamaan hak penyandang disabilitas di berbagai aspek kehidupan.

Bupati Jember Hendy Siswanto secara tegas mengakui bahwa Kabupaten Jember belum ramah difabel.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Dialog Hari Disabilitas Internasional di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) cabang Jember, Jumat (03/12/2021).

“Jember saat ini tidak ramah terhadap difabel maupun yang lain. Satu contoh, jalan di Kabupaten Jember saja apa bisa kita jalan kaki sekeluarga di trotoar dengan nyaman, sulit. Apalagi bagi temen-temen kita difabel,” ungkap Bupati Hendy Siswanto.

Dia mengungkapkan pergerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemberian hak yang sama kepada penyandang disabilitas perlu langkah yang konkret dari semua pihak, bukan hanya pemerintah namun juga masyarakat.

Bupati Hendy akan melakukan peningkatan infrastruktur yang inklusi bagi difabel, inklusi bagi keluarga.

“Dari mangli hingga alun-alun itu akan kami perbaiki trotoarnya, diperlebar dan lebih nyaman bagi siapapun termasuk untuk temen-temen difabel,” jelas Hendy.

Hendy menegaskan, dalam menyukseskan kota inklusi difabel harus kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, dimana pemerintah menyiapkan infrastruktur, kebijakannya, masyarakat menjaga fasilitas dengan baik, legowo untuk mendahulukan penyandang disabilitas dan orang lebih tua, meningkatkan kesadaran bahwa mereka layak untuk didahulukan.

Saat ini Pemkab Jember memang sedang memfokuskan lebih dahulu untuk peningkatan kualitas jalan karena memang sudah rusak parah.

“Kuncinya kebersamaan, tidak boleh ada kelompok-kelompok,” tegasnya.

Selama ini wujud kehadiran Pemkab Jember terhadap warga penyandang disabilitas seperti fasilitasi olahraga.

“Selain itu juga, selama ini untuk pemenuhan hak temen-temen difabel, Pemkab Jember mengikutsertakan penyandang disabilitas dalam kompetisi olahraga, beasiswa juga kita penuhi, mungkin memang belum semuanya, tapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan kesamaan hak bagi disabilitas,” sambungnya.

Sementara itu, dokter bedah umum RSD. Soebandi, dr. Samsul Huda, Sp.B. menjelaskan beberapa disabilitas yang perlu diketahui bersama oleh masyarakat.

Pertama ada disabilitas fisik, misal diamputasi karena kecelakaan, serta kelumpuhan.

“Kedua adalah disabilitas intelektualitas, seperti yang viral di Jember dua anak kakak beradik di Jenggawah itu mikrosefalis, dan ini memang banyak faktor penyebabnya, bisa karena nutrisi, bisa virus dan geneologi,” urainya.

Ketiga disabilitas mental juga cukup banyak yang dikarenakan banyaknya permasalahan hidup seperti depresi sehingga membuat gila (sesofren).

Disabilitas sensorik seperti disabilitas netra, disabilitas rungu dan disabilitas wicara.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan