SUMENEP, Selasa (31 Oktober 2017) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka hari jadi Kabupaten Sumenep ke 748, dilangsungkan upacara hari jadi dengan menggunakan bahasa madura dengan mengenakan baju keraton Sumenep.
Bahasa madura halus mewarnai prosesi upacara, mulai dari membawa acara, pemimpin upaca serta pembina upaca yaitu Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Bupati Sumemep KH. Abuya Busyro Karim menyampaikan sambutannya dengan bahasa madura, dia berharap Sumenep harus mengedepankan nilai gotong royong sehingga tercipta pemerintahan yang bijaksana.
“Usia Sumenep sudah mencapai 748 tahun. Namun semangat harus tetap membara untuk mengabdikan diri terhadap bangsa,” katanya.
Kita ketahuai bahwa Sumenep berawal dari berdirinya kerajaan pada tanggal 31 Oktober 1269 dengan dilantiknya Adipati Arya Wiraraja yang pertama oleh Raja Kartanegata.
Baca Juga: Bakamla RI Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-89
Sumenep memiliki andil besar terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena salah satu berdirinya kerajaan majapahid serta tokoh penting dibalik berdirinya kerajaan majapahid merupkan Adipati pertama sumenep Arya Wiraraja.
Sosok Arya Wirarja yang totalitas mengabdikan terhadap bangsa, loyalitas yang tinggi, kegigihan dalam berjuang, kehebatan berfikir serta sosok yang merakyat harus menjadi motivasi bagi generasi penerus bangsa saat ini.
“Momentum hari jadi saat ini sebagai refleksi dan cerminan bagi negerasi penerus. Bahwa pemimpin terdahulu telah mewariskan semangat membangun,” ucap Politisi PKB tersebut.
Dalam upacara hari jadi yang di pusatkan dihalaman Pemkab Sumenep tersebut hadiri Ketua Forum Keraton Nusantara Sultan Sepuh IV Cirebon, Duta besar Arab Saudi, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Forpimka, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se Kabupaten Sumenep. (Mahdi/Jie)












