Tim BPBD Kota Probolinggo Bersma MRP Evakuasi Rumah Warga Yang Nyaris Roboh

oleh -190 views
Foto : Tim BPBD Kota Probolinggo bersama MRP evakuasi rumah Sri Wahyuni yang atapnya ambrol dan nyaris roboh, Kamis (30/9/21).

PROBOLINGGO, Kamis (30/9/2021) suaraindonesia-news.com – Rumah reyot yang sebagian atapnya ambruk dan nyaris roboh, rumah yang dihuni oleh Sri Wahyuni (40) seorang janda sebatang kara di Jalan MH Tamrin Gang Botolan RT.4 – RW.2 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo akhirnya dievakuasi oleh Tim BPBD Kota setempat bersama Masyarakat Relawan Probolinggo (MRP), Kamis (30/9/2021).

Dengan menerapkan SOP yang ketat, evakuasi yang didukung dengan personil terlatih, tim BPBD bersama MRP berhasil menegakkan kembali rumah yang nyaris roboh itu dan melakukan pemasangan terpal untuk atap rumah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, Evakuasi ini merupakan upaya tanggap darurat.

“SOP ini digunakan selain untuk mengamankan evakuator juga dapat mengamankan bangunan yang nyaris roboh,” ujarnya.

Selain membenahi, kata Sugito, BPBD Kota Probolinggo juga memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, berupa mie instan, serta perlengkapan keluarga.

Seperti yang diinformasikan sebelumnya, Sri Wahyuni (40), seorang janda yang tinggal sebatang kara di Jalan MH Thamrin, Gang Botolan RT.4 – RW-2, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ini menghuni sebuah rumah tak layak huni, yang sebagian atapnya ambrol dan nyaris roboh bahkan dapat membahayakan dirinya.

Terkiat dengan kondisi rumah yang dihuni oleh Sri Wahyuni tersebut, Ketua RT setempat Bambang Heriyadi saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa Sri Wahyuni selain mengalami gangguan kejiwaan.

“Yuni begitu biasa dipanggil memang tinggal di rumah yang nyaris roboh itu,” ujar Heriyadi.

Bambang menyebutkan, rumah yang ditempati oleh Yuni memang tidak layak huni. Bagian belakang (dapur) ambruk bulan lalu dan hingga kini dibiarkan, tidak diperbaiki.

“Tak hanya itu, atap gentengnya banyak yang pecah, sehingga sinar mentari siang hari masuk ke rumahnya, bahkan kalau hujan ya air hujan langsung membanjiri dalam rumah,” jelas Bambang.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan