Tiga Desa di Banyuwangi Mendapat Bantuan Air Dimusim Kemarau

oleh -72 views
Warga Saat Menerima Bantuan Air Bersih.

BANYUWANGI, Sabtu (3/8/2019) suaraindonesia-news.com — Tiga Desa di Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dapat pasokan air dimusim kemarau karena disebabkan terjadinya kekeringan, mulai dirasakan warga tiga Desa di Kecamatan Wongsorejo.

Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan pun berdatangan ke beberapa Desa yang mengalami kekurangan air.

Terdapat 3 Desa yang mengalami kekurangan air bersih. Di antaranya Dusun Pos Sumur, Desa Bengkak; Dusun Pancoran Desa Sidowangi; dan Dusun karangbaru Pal 4, Desa Alasbuluh.

“Ada beberapa Desa di Wongsorejo kekurangan air bersih. Kami sudah lakukan koordinasi dan mengirimkan bantuan air bersih dua tangki setiap hari,” ujar Eka Muharram, Kepala Bidang Kedaruratan pada BPBD Banyuwangi kepada wartawan saat dikonfirmasi,

Bantuan tak hanya dari BPBD Banyuwangi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi juga mendistribusikan bantuan air bersih ke tiga desa di Kecamatan Wongsorejo.

Ketua PCNU Banyuwangi, H.Muhamad Ali Makki Zaini mengatakan, dampak musim kemarau sangat dirasakan warga yang tinggal di tiga desa tersebut. Berdasarkan laporan dari pengurus ranting NU dan MWCNU Wongsorejo, hampir setiap tahun jika musim kemarau tiba warga kesulitan mendapatkan air bersih. Jangankan untuk mandi, dan mencuci. Untuk kebutuhan memasak dan minum warga harus pergi ke tengah hutan untuk mendapatkan air bersih.

“Kami gerakkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) untuk menginventarisasi dampak kekeringan ini bersama dengan MWCNU Wongsorejo dan apa solusinya,” ungkap Gus Makki panggilan akrab H. Ali Makki Zaini kepada wartawan.

Setelah dilakukan kroscek dan inventarisasi persoalan dampak kekeringan tersebut, barulah PCNU melangkah dengan memberikan bantuan berupa tandon air sekaligus air bersih ke tiga desa terdampak bencana kekeringan tersebut.

Bantuan tandon dan air bersih itu dibagikan ke lokasi yang memang sangat membutuhkan yang tersebar di tiga desa terdampak. Selain untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari, air bersih yang disuplai tersebut juga untuk kepentingan ibadah.

“Karena air bersih sulit, otomatis tandon yang ada di Musala juga kosong dan kering. Maka sembari kita membagikan ke warga tandon yang di Musala juga langsung kita isi juga,” jelas Ali Makki.

Dari hasil pendataan, sementara PCNU telah mendistribusikan bantuan berupa 13 tandon air berkapasitas 550 liter dan 14 ribu liter air bersih.

“Hari ini sudah kita distribusikan, besok juga masih ada 7.500 liter air bersih lagi yang akan kita pasok ke Desa Alasbuluh,” terang Pengasuh Ponpes Bahrul Hidayah Parijatah Kulon, Srono ini.

Sementara penyaluran bantuan tandon dan air bersih ke lokasi terdampak kekeringan disambut gembira warga. Mereka sangat bersyukur mendapatkan bantuan tandon dan air bersih tersebut.

“Setiap tahun kami kesulitan air bersih. Kalau tidak ada air, kami terpaksa menggunakan air sungai untuk memasak dan mencuci pakaian,” ujar Haji Asadur Rofiq, warga Desa Sidowangi.

Reporter : Harto Aksara
Editor : Amin
Publisher : Mariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *