Thoriq: Perlu Dilakukan Audit Total Kelayakan Gedung DPRD

oleh
Ruangan Paripurna DPRD Kota Bogor yang ambruk.

BOGOR, Rabu (30/10/2019) suaraindonesia-news.com – Selain Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Pengamat Jasa Konstruksi Thoriq Nasution memintak agar di audit total kelayakan bangunan gedung DPRD Kota Bogor yang baru diresmikan 6 bulan ini secara total.

Menurutnya, ambruknya dinding sopi sopi Ruang Paripurna DPRD Kota Bogor. Akibat beberapa kesalahan pemasangan dinding sopi. Diperlukan pengusutan lebih lanjut, untuk penilaian

“Pemasangan tidak kokoh karena tidak adanya kolom praktis yang menghubungkan ke blok beton. Maupun kuda baja sebagai penjepit,” demikian kata Thoriq Nasution melalui telepon seluler kepada suaraindonesia-news.com, Rabu (30/10).

Dikatakan Thoriq, pihak berwenang hendaknya melakukan audit konstruksi, arsitektur, mecanical electrical, plumbing dan lainnya, karena disini akan tampak kejanggalan kejanggalannya tandas Thoriq.

Ditambahkan Thoriq, masih perlu penelusuran agar tau pihak mana yang salah, apakah kesalahan itu terjadi yang dilakukan oleh perencana ataukah pelaksana.

“Saya belum melihat gambar perencanaan atau desain atap yang menggunakan sopi sopi dengan ketinggian gedung Dewan,” tandasnya.

Thoriq juga menambahkan, dengan ambruknya sopi sopi gedung tersebut kata Thoriq, disini terlihat bahwa pekerjaan gedung tersebut kurang teliti/lalai pada pemasangan dinding sopi sopi yang ambruk. Tidak ada angkur angkur, sloof, balok beton juga kolom kolom, praktis sebagai penguat pasangan dinding tersebut. Yang ada pasangan dinding hanya disambung dengan adukan semen biasa yang tentunya tidak homogen/putus terangnya.

Hal ini mungkin saja bisa terjadi pada disiplin pekerjaan pekerjaan lainnya, salah satu contoh pekerjaan plafond diruang paripurna secara konstruksi cukup mengkawatirkan karena rangka, juga plafond yang cukup luas, hanya bergantung pada kawat baja yang dikaitkan ke kuda kuda WF atap gedung, artinya kata Thoriq, kekuatannya hanya bergantung pada kawat.

“Saya melihat tidak adanya balok balok vertical di atas plafond diruangan tersebut, melihat angin cukup kencang dengan ketinggian gedung, akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan, saya menyarankan agar desain atap gedung tersebut dirubah, yang semula model sopi sopi, dirubah dengan sistim juray /prisma, karena akan lebih aman dari hempasan angin, juga tampak dari bawah akan lebih baik,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *