Tetap Energik Di Usia 104 Tahun, Inilah Kakek Tokin

JEMBER, Sabtu (30/6/2018) suaraindonesia-news.com – Tokin namanya, kini dia sudah berusia 104 tahun, namun semangatnya tetap bergelora itu tergambar betul saat dirinya mengikuti senam lansia, gerakannya begitu lincah, energik pula.

Kakek langka ini ternyata menurut data dari Humas Pemkab Jember, telah rutin mengikuti TAJEMTRA (Tanggul-Jember Tradisional) sebuah kompetisi gerak jalan sejauh 30 kilometer yang diselenggarakan Pemkab Jember setiap tahun, terhitung sejak 1972 pertama kali TAJEMTRA diselenggarakan hingga sekarang (45 tahun) tetap istiqomah jadi peserta. Tak ayal prestasi Kakek Tokin ini pun mengundang perhatian Bupati Jember, dr.  Faida, MMR yang kemudian memberikannya gelar Maestro Lanjut Usia pada acara Peringatan Hari Lansia, di Alun-alun Jember, Minggu (30/6/2018) pagi.

Penanugerahan gelar Maestro Lansia bukan tanpa sebab, menurut Bupati keberadaan lansia tidak boleh diremehkan. “10 persen masyarakat Jember adalah lansia, semua kita nanti akan menjadi lansia, kita hebat karena dulu ada peran-peran orang tua kita, para pemimpin-pemimpin kita,” kata Faida.

Selain Tokin, beberapa warga lansia juga mendapatkan gelar Maestro Lansia karena prestasinya di berbagai bidang, mereka adalah :

1. dr. Endang Soehadi yang berusia 77 tahun berkomitmen dan tetap aktif mengabdi menjadi dokter selama 53 tahun (1965 – 2018)
2. dr. Soehadi, Sp.B,Sp.OT berusia 86 tahun yang berkomitmen dan tetap aktif menjadi dokter selama 57 tahun (1961 – 2018).
3. Tokin yang berusia 104. Pria lanjut usia ini berkomitmen dan tetap aktif menjadi peserta Gerak Jalan Tajemtra (+ 30 km) selama 46 tahun secara terus menerus (1972 – 2018).
4. Ibu Rukiem berusia 78 tahun, berkomitmen dan tetap aktif melestarikan kuliner Pecel Gudeg selama 59 tahun (1968 -2018).
5. Mahat berusia 69 tahun, berkomitmen dan tetap aktif melestarikan kesenian tradisional Macapat selama 40 tahun (1987 – 2018)
7. H. Imam Munandar berusia 66 tahun, lanjut usia yang berkomitmen dan tetap aktif mengabdi sebagai rukun tetangga (RT) selama 24 tahun (1994 – 2018)
8. Sajem Probowati, A.Md. Keb berusia 70 tahun. Perempuan lanjut usia ini berkomitmen dan tetap aktif mengabdi sebagai bidan desa selama 48 tahun (1970-2018)
9. Imam Soebagio 73 tahun, lanjut usia yang berkomitmen dan tetap aktif sebagai penggerak senam lanjut usia selama 13 tahun (2005-2018)
10. Trimono 85 tahun, lanjut usia yang berkomitmen sebagai tukang sol sepatu dan mencukupi kebutuhan rumah tangganya secara mandiri selama 73 tahun (1945 – 2018)
11. Ibu Hj. Widad sebagai manajer sampai dengan usia 76 tahun di RS Bina Sehat
12. KH. Muhammad Machfud Abdul Halim sidik usia 70 tahun, mengabdi sebagai muballigh selama 31 tahun.

“Lansia sejatinya bukanlah laskar tak berguna, karena dibuktikan lansia di Jember banyak yang produktif dan tetap aktif bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ucap Bupati dalam sambutannya.

Penganugerahan gelar Maestro Lansia ini sekaligus menutup Bulan Pancasila yang menjadi program Bupati Jember di bulan juni ini.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here