Terlibat Adu Moncong, Dua Pelajar Meregang Nyawa

oleh -124 views
Petugas Laka lantas polres Situbondo saat melakukan olah TKP di Pantura Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa.

SITUBONDO, Sabtu (3/9/2020) suaraindonesia-news.com – Jalan raya Pantura di Situbondo, Jawa Timur kembali menelan korban jiwa. Kali ini yang menjadi korbannya adalah dua pelajar yang mengendarai kendaraan sepeda motor.

Mustofal Al Madani (17) pengemudi kendaraan sepeda motor nopol P 6854 FE dan penumpangnya Syafirul Wahid (18) keduanya warga Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa. Mereka menderita luka berat (LB) dan akhirnya meregang nyawa di rumah sakit Asembagus usai beradu moncong dengan bus Pahala Kencana nopol B 7973 IZ yang dikemudikan Edi Sulistyono (37) warga Semarang, Jawa Tengah.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (02/9/2020) sekitar pukul 19.45 WIB. Saat melintas dari arah barat menuju kearah timur, sesampainya di jalan raya Desa Lamongan Kecamatan Arjasa tepatnya di Kilometer 212 arah Surabaya, korban yang mengendarai sepeda motor berusaha mendahului kendaraan pickup yang tidak diketahui identitasnya dengan cara membuka halauan kearah kanan.

Ironisnya, pada saat yang bersamaan bus Pahala Kencana melintas dari arah berlawanan. Karena jarak antara kedua kendaraan yang sangat dekat, maka terjadilah adu moncong. Saking kerasnya benturan tersebut, mengakibatkan, dua korban terpental ke jalan aspal dan mengalami LB.

Untuk menyelamatkan nyawanya, polisi dibantu warga setempat segera mengavakuasi kedua korban ke RS Asembagus untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun sayang, nyawa keduanya tidak dapat tertolong. Sekitar dua jam setelah menjalani perawatan medis di ruang IGD RS Asembagus, dua pelajar yang sama sama mengalami pendarahan pada hidung dan luka robek tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Kasat lantas polres Situbondo, AKP Indah Citra Fitriani mengatakan, begitu mendapat laporan adanya kecelakaan, personel Satlantas langsung mendatangi lokasi dan tanpa buang waktu segera mengevakuasi kedua korban ke RS Asembagus untuk menyelamatkan nyawanya dan membuat olah TKP serta meminta keterangan saksi saksi.

“Langkah kepolisian, segera melarikan korban ke RS Asembagus untuk mendapatkan perawatan medis, membuat olah TKP dan mengamankan dua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Kedua korban meninggal setelah perawatan,” kata AKP Indah.

Reporter : Ugik
Editor : Amin
Publiser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *