Pendidikan

Terlalu Lama Disimpan, Sebagian Raskin Yang Dibagikan Di Magetan Tidak Layak Konsumsi

30
×

Terlalu Lama Disimpan, Sebagian Raskin Yang Dibagikan Di Magetan Tidak Layak Konsumsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20160616 125343

Reporter: Tarman

Magetan, suaraindonesia-news.com – Beras bulog yang di bagikan setiap bulan di beberapa Desa /Kelurahan di Magetan, Jawa Timur tidak layak konsumsi untuk keluarga miskin, pasalnya beras tersebut sudah basi dan diduga terlalu lama di simpan di Gudang.

Disamping itu berasnya remuk, berbau dan berkutu,” jelas tokoh masyarakat Desa/kec Panekan, yang namanya tak mau disebutkan, Kamis, (16/06/2016).

Dikatakan, untuk masyarakat warga Desa/Kec Panekan sebenarnya tidak mempermasalahkan adanya beras untuk keluarga miskin ini mutunya jelek, namun pengiriman bulan ini keterlaluan berasnya jelek dan berkutu, beruntung saat itu langsung kita cek, kita komplin dan di ganti saat itu juga, jelasnya.

“ Meski demikian di ganti oleh bulog, tetap saja mutunya beras jelek hanya beda sedikit tidak berkutu, “  ungkap Perangkat Desa ini.

Ditambahkan, pembagian beras untuk keluarga miskin tiap bulan di Pemerintahan Desa pada umumnya berjalan lancar tidak terkendala dalam penyaluran ke rumah tangga tepat sasaran. Kadang!, sedikit banyak masyarakat yang berharap daripada menerima beras yang mutunya jelek, lebih baik terima uang saja, namun karena ini program pemerintah ya apa boleh buat, kita terima apa adanya.

Bersamaan, pembagian Raskin bulan Juni, ada tiga Desa yang komplin yaitu Desa Terung, Tanjung Sari, Sumberdodol di Kec Panekan, dan satu lagi untuk Desa Sidowayah yang katanya berasnya  jelak tidak di laporkan.

Ditempat terpisah, M Yahya (35) di Kecamatan Karas, Desa Karas, mengatakan, pembagian Raskin tidak tepat sasaran yang kaya mendapat jatah beras dari Perangkat, sedangkaan yang miskin  kadang tidak menerima. Itupun cara pembagianya di Desa Desa lain di bagi sama rata ada yang mendapat lima kiloan, ada yang mendapat tujuh setengah kiloan.

“Pembagian oleh Pemerintah Desa yang demikian ini, yang saya maksud tidak tepat sasaran, mestinya sekarang Jaman Pemerintahan Presiden Jokowi, yang mendapat beras adalah warga masyarakat miskin yang mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Harapan.

Ditambahkan, dampak dari pembagian beras yang tidak tepat sasaran dan mutu berasnya jelek, beras tidak di makan melainkan langsung di jual ke pedagang, yang sudah stand bay di lokasi pembagian.

“Beras raskin hanya berputar putar saja ke pedagang, ke rekanan dijual lagi masuk gudang bulog,” katanya.

Di tempat lain, kepala Gudang Bulog Gulun Sugiarto saat di hubungi fia telepon HP oleh wartawan mengatakan, untuk tiga desa yang komplen di Kecamatan Panekan itu sudah di ganti dengan beras yang lebih baik, sekarang sudah cler tidak ada masalah.

“Wajar dari ratusan ton beras yang tersimpan di gudang ada satu dua zak beras yang rusak, bulog menjamin beras tetap terjaga dan langsung mengganti apabila ada Desa Desa yang complain,” Jelasnya.