Terkait Kasus di PDAM, Ketua Dewan Pengawas Diperiksa

oleh -78 views
Kantor kejaksaan negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) yang beralamat di jalan Bukit Hijau No 65 Komplek Perkantoran Setdakab Abdya.

ABDYA, Sabtu (10/8/2019) suaraindonesia-news.com – Rinaldi Bayur Syahputra yang merupakan Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gunong Kila, periode 2017-2018 di periksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya). Jumat (9/8) kemarin.

Dari informasi yang didapatkan awak media, pemanggilan Rinaldi tersebut terkait dugaan penyimpangan dana penyertaan modal dari pemerintah tahun 2017/2018 dan 2019 ke PDAM Gunong Kila yang sedang dibidik Kejaksaan Negeri Abdya.

Pemeriksaan Rinaldi tersebut oleh kepala seksi pidana khusus (Pidsus) Riki Guswandri, SH sekira pukul 10:30 WIB dan selesai pukul 16:00 WIB.

“Kedatangan saya kemarin dipanggil oleh pihak kejaksaan terkait dengan dugaan penyimpangan dana penyertaan PDAM,” kata Rinaldi yang dijumpai setelah diperiksa.

Dia mengakui, pemanggilan itu hanya sebatas dimintai keterangan lantaran waktu itu ia selaku Dewan pengawas di PDAM tersebut.

“Hanya dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan itu,” aku Rinaldi.

Terkait dengan temuan Pansus DPRK beberapa waktu lalu, Rinaldi mengaku belum bisa memberikan komentar lantaran masih banyak pihak yang belum dimintai keterangan oleh pihak Jaksa.

“Saya di panggil atas nama dewan pengawas, yang ditanyakan terkait tugas dan wewenang dewan pengawas. Terkait dengan volume dan lainnya kami tidak tahu, yang kami tahu adalah apakah bangunan tersebut ada di buat atau tidak,” tutur Rinaldi.

Sementara itu, Kajari Abdya Abdur Kadir, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Riki Guswandri, SH membenarkan pemanggilan tersebut.

“Pemanggilan itu guna kita mintai keterangan terkait dugaan penyimpangan dana hibah yang diberikan Pemkab Abdya,” tuturnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari hasil Pansus DPRK Abdya diketahui PDAM Gunong Kila yang berlokasi di Kecamatan Blangpidie itu sampai saat ini belum beroperasi dengan maksimal.

Pemerintahan Abdya pada tahun 2017 lalu telah memberikan penyertaan modal pada perusahaan tersebut sebesar Rp 3 miliar lebih, dan pada tahun 2018 sebesar Rp 4 miliar. Modal tersebut digunakan untuk operasional dan pembangunan instalasi air ke masyarakat.

Pada 2017 lalu, PDAM Gunong Kila melakukan pengadaan pembangunan, seperti bangunan beton pra cetak penangkap Air IKK SPAM dengan nilai kontrak sebesar Rp 199.450.000, yang dikerjakan oleh CV. Prima Nusa. Kemudian, pembangunan penangkap air IKK SPAM dengan nilai kontrak Rp 159.700.000, yang dikerjakan oleh CV. Safa Marwah.

Selanjutnya, ada pengadaan water meter dan pipa PVC dengan nilai kontrak Rp 198.180.000, yang dikerjakan oleh CV. Simpat. Terakhir pekerjaan pengadaan pipa dengan nilai kontrak Rp 197.970.000, yang dikerjakan oleh CV. Karya Gemilang Pratama.

Semua pengerjaan itu sudah selesai dikerjakan pada 2017 lalu, namun pada 27 Desember 2017, CV Safa Marwah membuat surat kepada PPK yang pokok suratnya mengatakan bahwa bangunan tersebut telah hancur diterjang banjir bandang, sehingga akibatnya sampai sekarang air belum juga mengalir ke masyarakat.

Reporter : Naszli
Editor : Amin
Publisher : Mariska

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *