Target Percepatan PTSL di Dua Kecamatan Tak Terpenuhi

oleh -34 views
Foto: Sosialisasi penyuluhan PTSL di desa Krejengan, kecamatan Krejengan, Kab. Probolinggo. (Foto: Samsul/SI)

PROBOLINGGO, Jumat (18 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Untuk mempercepat program sertifikasi tanah, pemerintah pusat melalui Badan pertanahan nasi nalar, meluncurkan program percepatan pendaftaran sistematis lengkap (PTSL) atau yang lebih dikenal di tengah masyarakat dengan sebutan Prona.

Di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2017 mendapatkan jatah 26 ribu bidang tanah dan telah dilaksanakan di dua kecamatan Tongas dan kecamatan tiris masing masing Kecamatan Tongas 16 ribu bidang serta kecamatan tiris 10 ribu bidang.

Namun, karena di dua Kecamatan tersebut tidak bisa mencapai Target pemerintah pusat maka Badan pertanahan nasi nalar, BPN kabupaten probolinggo mengalihkan pada daerah lain.

Kecamatan Krejengan kabupaten probolinggo yang diantaranya Desa Krejengan, Jatiurip, Tanjung Sari, dan Desa Sumber Katimoho.

Sebagaimana terungkap dalam sosialisasi penyuluhan PTSL di desa krejengan, kecamatan krejengan, kabupaten probolinggo, beberapa waktu lalu yang dihadirib tim PTSL dari BPN serta muspika kecamatan krejengan, sabar petugas PTSL Badan pertanahan nasional kabupaten probolinggo mengungkapkan bahwa Target 26 ribu bidang dari pemerintah pusat tersebut harus bisa terpenuhi.

“Dan apabila tidak terpenuhi maka pihak BPN kabupaten probolinggo akan dikenakan sanksi dari pemerintah pusat,” ujarnya. Baca Juga: Bentangkan Bendera 1000 M2 Di Pucuk Panderman, Cansabalas Dapat Leprid

Tanpa menjelaskan sanksi seperti apa yang di maksud. Di tempat terpisah, Sugeng wiyanto selaku camat tongas di konfirmasi suaraindonesia-news.com terkait tidak terpenuhinya Target PTSL di kecamatan tongas mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena waktu pelaksanaan yang terlalu singkat dan kondisi geografis masing masing desa yang sulit terjangkau dengan cepat.

“Kita sudah bisa menyelesaikan sekitar 60% nya mas, tapi karena waktu yang sedikit dan medan yang agak sulit jadi Target 16rb tersebut tidak bisa terpenuhi,” ujarnya.

Disinggung terkait kurangnya sosialisasi kepada warga terkait program PTSL ini, Sugeng menampiknya.

“Untuk sosialisasi saya kira ya itu mas, karena waktu yang sedikit jadi kita kurang maksimal,” imbuhnya. (Zen/Samsul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *