Tangkal Radikalisme dan Gerakan Separatis di Raja Ampat, Kodim Bersama Tokoh Penting Gelar Pembinaan Komos

Kegiatan Pembinaan Komunikasi Sosial (Kosmos) Cegah, Tangkal dan Radikalisme di Makodim 1805/Raja Ampat. Jumat (20/09/2019).

RAJA AMPAT, Sabtu (21/09/2019) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka menangkal radikalisme, dan gerakan separatisme di wilayah Provinsi Papua Barat khususnya di Kabupaten Raja Ampat. Komando Ditarik Militer (KODIM) 1805/Raja Ampat bersama tokoh adat, masyarakat, agama, perempuan dan tokoh pemuda, menggelar kegiatan pembinaan komunikasi sosial (Kosmos) di Aula Makodim 1805/Raja Ampat, jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sapordanco, Distrik (Kecamatan) Kota Waisai, Raja Ampat, Jumat (20/9) pukul 09:50 waktu setempat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan kodim (Dandim) 1805/Raja Ampat, Letkol Inf Josep Paulus Kaiba. Informasi yang diperoleh media ini, kegiatan dihadiri puluhan orang tokoh penting, diantanya, Kasdim 1805/Raja Ampat, Mayor Inf Yuli Agus Padang, Lettu Inf Ruslan (Komandan Unit Intel Kodim 1805/Raja Ampat), Letda Inf Kusno Hutomo (Pasi Pers Kodim 1805/Raja Ampat), Abubakar Loji (Ketua MUI Kabupaten Raja Ampat), H. Muhammad Hanaping (Imam Masjid Agung Waisai), Adam Gaman (Tokoh Masyarakat Waisai), Baharudin (Tokoh Adat Waisai), Welfrit Lapon (Kepala Suku Ambel Waisai), Yudi Abdullah (GPDI ShekinahTokoh Agama Waisai), Pdt Doni (Tokoh Agama), Shannol L (Papua Diving Pulau Mansuar Raja Ampat), Lainun (Tokoh Perempuan), Kristiana (Personalia PT. Raja Ampat Diver), Haris (Korpak Resort), serta para tokoh agama, tokoh Adat, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan lainnya yang ada di Raja Ampat.

Dandim Letkol Infanteri Josef Paulus Kaiba, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Kehadiran para tokoh penting Raja Ampat kali ini, untuk membahas terkait dengan situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbagi dari wilayah-wilayah kecil yang ada di Raja Ampat dalam rangka untuk mewujudkan Satu Negara yang kuat.

“Sehingga dibutuhkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk menangkal radikalisme dan mencegah adanya gerakan kelompok separatis di wilayah Raja Ampat,” kata Dandim.

Dikatakannya, pihaknya akan menguatkan tentang wawasan kebangsaan dalam bernegara, demi keutuhan NKRI. Untuk itu, lanjut Letkol Josef sapaan akrab Dandim, untuk mewujudkan itu semua.

“kita harus bersatu, karena Raja Ampat mempunyai peran penting sebagai daerah destinasi wisata internasional yang namanya telah mendunia,sehingga sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjaga Raja Ampat dari radikalisme dan sparatis,” ujar Dandim.

Menurutnya, untuk menghadapi kerawanan perlu adanya tekad semua komponen masyarakat agar turut berperan aktif menghadapi dan memecahkan berbagai kesulitan bangsa yang dilandasi nilai nilai semangat dan wawasan kebangsaan yang kuat.

Lebih lanjut, Dandim mengatakan, bahwa wawasan kebangsaan saat ini, merupakan cara pandang yang berwawasan nusantara. Ia mengaku, wawasan kebangsaan di masyarakat belakangan ini sangat memprihatinkan atau luntur dan hampir berada pada titik terendah.

“Nilai -nilai kebangsaan, rasa cinta tanah air, tentang bela negara dan semangat Patriotlisme mulai luntur dan longgar bahkan hampir sirna. Berkembang secara etnis yang sempit berupa tuntutan ingin memisahkan diri dari NKRI,” tutur Letkol Josef.

Ia memaparkan, tentang 4 (empat) pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI. Perlu diketahui, TNI sampai saat ini, masih kokoh berdiri dan mampu melaksanakan tugas pokoknya yaitu, menegakkan kedaulatan NKRI, menjaga keutuhan Negara dan melindungi Bangsa Indonesia.

“TNI bertekad selalu konsisten memegang komitmen kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI, walaupun TNI terus menerus dirongrong oleh berbagai kelompok dan kepentingan tertentu,” ungkapnya.

Dandim menjelaskan, tentang tiga unsur wawasan Kebangsaan, yaitu rasa kebangsaan, paham kebangsaan, semangat Kebangsaan harus tertanam disetiap diri seluruh rakyat Indonesia. Yang perlu di lakukan bersama dan di hayati, pahami secara utuh yaitu semangat kebangsaan persatuan dan kesatuan Bangsa dilingkungan.

“Dalam upaya mewujudkan persatuan dan kesatuan yang merupakan kekuatan bangsa yang dasyat. Untuk itu kita harus bersatu untuk menangkal radikalisme dan gerakan kelompok separatis di Raja Ampat,” tandas Dandim mengakhiri paparan tentang wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bela Negara.

Reporter : Zainal Laadala
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here