Tajul Muluk pulang ke desanya

Tajul Muluk Tetap Nekad Ingin Pulangkan Pengikutnya Lebaran di Kampung

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, Suaraindonesia-news.com – Larangan dan himbauan aparat keamanan yang menyarankan untuk membatalkan rencana mudik Lebaran dengan pertimbangan faktor keamanan, sepertinya tak menyurutkan niat ratusan pengungsi Syiah pimpinan Tajul Muluk ini, untuk mudik hari raya Idul Fitri 1437 Hijriyah ke Kabupaten Sampang, Madura.

Kenakatan para pengikut Syiah pimpinan Tajul Muluk, mau tetap pulang ke kampung halamannya pada hari raya Idul Fitri 1437 H ini, membuat khawatir aparat keamanan. Sehingga, pengamanan dan pengawalan esktra ketat bakal harus disiapkan aparat. Sebab, penolakan masyarakat terhadap ke pulangan pengungsi Syiah, semakin besar

Informasi yang berhasil dihimpun suaraindonesia-news.co, 8 sampai 10 armada jenis bus mini dengan beberapa kendaraan roda dua telah disiapkan, untuk mengangkut 270 pengungsi Syiah dari Sidoarjo menuju Desa Karang Gayam Kecamatan Omben dan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang.

Tak hanya itu, peserta mudik pengungsi Syiah ini, telah didata secara rinci, baik nama dan tujuan kepulanganya ke pulau Madura.

“Meskipun rumah dan harta benda kami telah dibakar, tapi kita tidak ada rasa benci, bahkan dendam. Tujuan kepulangan kami ke Sampang untuk menjalin silaturami dan ziarah, itupun hanya dua hari,” kata Tajul Muluk saat dihubungi melalui jaringan telepon, kemarin.