OGAN KOMERING ILIR, Sabtu (10/8/2019) suaraindonesia-news.com – Ketua Adat Desa Serigeni Lama mengaku dirinya di fitnah terkait pembongkaran makan salah satu warga Desa Serigeni Lama Dusun III Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu (7/8) lalu.
Menurut Erwan, dirinya tidak pernah meminta ataupun memerintahkan kepada Ali untuk memindahkan makam orang tuanya.
“Itu murni fitnah saya selaku ketua adat di desa tersebut tidak mungkin memerintahkan hal yang demikian apalagi ini hanya karena persoalan pilkades seperti yang disebut-sebut,” ungkapnya dalam pertemuan dengar penjelasan diruang rapat kantor Kecamatan kota Kayuagung, Jumat (9/8).
Bahkan, kata Erwan dirinya tidak pernah meminta saudara Ali untuk mendukung salah satu calon kades seperti yang diberitakan.
“Calon kades saja belum ada bagaimana mungkin saya meminta yang bersangkutan untuk memilih salah satu calon kades, jujur secara psikologis saya terganggu untuk itu saya meminta nama saya dipulihkan 100 persen,” terangnya.
Dirinya mengklaim bahwa tanah yang merupakan lokasi kuburan tersebut bukan miliknya bagaimana mungkin dirinya bisa memerintahkan Ali untuk membongkar kuburan tersebut.
“Tanah ini bukan milik saya tapi itu tanah peninggalan nenek istri saya sedangkan istri saya memiliki 6 saudara artinya itu tanah juga bukan milik istri saya sepenuhnya jadi bagaimana mungkin kami memerintahkan untuk membongkar makam tersebut,” jelas dia.
Kepala desa serigeni lama, Taufik mengatakan, seharusnya permasalahan ini tidak terjadi kalau dikomunikasikan dengan perangkat desa bahkan dirinya mengaku tidak tahu kenapa tiba-tiba makam tersebut langsung dibongkar.
“Seharusnya ini bisa diselesaikan secara baik-baik,”ungkapnya seraya bersyukur saat ini kondisi desa yang dipimpinnya dalam keadaan kondusif.
Taufik yang digadang-gadang bakal maju lagi dalam kontestasi pilkades tersebut mengatakan, kasus pembongkaran kaburan yang terjadi ini tidak terkait dengan pilkades.
“Ini hanya perbuatan sekelompok orang yang ingin menjatuhkan saya ini jelas tidak ada sangkut pautnya terkait pilkades,” tuturnya.
Dirinya berharap, permasalahan seperti ini tidak terulang lagi dan kepada masyarakat jangan sampai terprovokasi.
“Memang sebentar lagi kita akan menghadapi pilkades tapi ini hanya sebuah kontestasi jangan sampai terprovokasi,” ujarnya berharap.
Sementara itu, Camat Kota Kayuagung, Dedi Kurniawan mengatakan, sangat menyesalkan kejadian tersebut seharusnya, hal semacam ini tidak perlu terjadi apabila dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pemerintah baik tingkat desa maupun kecamatan.
“Alhamdulillah pasca kejadian tersebut keadaan masih tetap kondusif kita terus melakukan komunikasi baik dengan masyarakat, TNI maupun pihak kepolisian agar sama-sama menjaga kondisi tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
Reporter : Firman
Editorial : Amin
Publisher : Maruska












