Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pendidikan

SMAN 02 Gelar Coblosan Ala Pilkada

Avatar of admin
×

SMAN 02 Gelar Coblosan Ala Pilkada

Sebarkan artikel ini
IMG 20150916 153046

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Pemilihan ketua Osis yang dilaksanakan di berbagai sekolah dengan system penunjukan dan system perwakilan adalah hal yang biasa, Tapi pemilihan Umum (Pemilu)  ketua Osis yang digelar SMAN 02 Batu, Rabu (16/9)   ini berbeda dari hal yang biasa dilakukan oleh sekolah-sekolah lain.

Pemilu Ketua Osis ini di SMAN02 Batu  itu  tak ubahnya  seperti pelaksanaan Pemilihan kepala Daerah, Bupati dan Walikota  pada umumnya. Mulai proses penjaringan calon, penetapan calon, Kampaye,  penyediaan logistic, pencoblosan dan perhitungan suara  hingga pelantikan itu.  Ada pada acara yang semarak itu.

Tempat Temungutan Suara (TPS) yang disiapkan panitia untuk melakukan pencoblosan adalah sama persis  yang digunakan saat Pilkada, Pileg dan Pilpres tahun lalu, karena panitia penyelenggara menggunakan sarana tersebut dari KPUD kota Batu. Dan KPUD kota Batu juga mendukung kegiatan tersebut.  

Baca Juga :  Bupati Nias Kunjungi Warganya Yang Mengalami Keracunan Makanan

Panitia dengan mengunakan pakian adat jawa, ketua KPPKO atau KPPSnya Osis  langsung memimpin  jalannya pemungutan suara,  acara dimulai pukul 07.30 WIB  hingga berakhir perhitungan suara pada pukul  15.00 WIB.

Maklum karena jumlah pemilih  di Sekolah yang berdekatan dengan Mapolres Batu itu sekitar 917 suara yang terdiri dari  siswa, guru dan karyawan.  Dalam perhitungan itu KPPKO menentapkan satu orang siswa menjadi ketua umum periode 2015 -2016. Dan dilanjutkan dengan penetapan wakil ketua serta seksi-seksi.  

Baca Juga :  Penerimaan Siswa Baru, Sistem Jalur Zonasi Begini Penjelasannya

Pamor Patriawan Kasek SMAN 02 Batu mengatakan pemilihan ketua Osis itu dimaksudkan untuk pembelajaran siswa secara baik dan berhasil guna. “Dengan pembelajaran yang baik, nantinya pemulu Osis ini sebagai agen perubahan dimasa yang akan datang, siswa dapat mempraktekan untuk  berdemokrasi secara baik dan tranparan “ ungkap Pamor.

Menurutnya, dengan budaya demokrasi secara baik dan santun, “Siapa tahu  dikemudian hari, anak-anak yang dulunya menjadi siswa ini  bisa jadi menjadi anggota DPRD, DPR  atau Bupati dan Walikota, ataupun jadi tokoh Partai politik, karena sekarang mereka  sudah dapat menerapkan demokrasi secara baik, tanpa ada politik.(Adi Wiyono).