Siapkan SDM Untuk Kemajuan Bangkalan, Disdik Bangkalan Lakukan Pembenahan

oleh -41 views
Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan Muhammad Ya'kup. (Foto: Anam/SI).

BANGKALAN, Minggu (22/09/2019) suaraindonesia-news.com – Banyak hal menjadi temuan dan bahan evaluasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) nya makin siap menjawab setiap perkembangan tantangan.

Diantara permasalah yang ada disebabkan oleh lemahnya operator beserta Kepala Sekolah Dasar (SD) diwilayah pelosok sehingga menjadi penyebab bangunan gedung sekolah baik yang parah maupun yang sedang, tidak dapat ditindak lanjut oleh pemerintah pusat, perihal pengajuan perbaikan gedung sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Muhammad Ya’kup menyatakan, tidak adanya laporan tingkat kerusakan di sekolah yang dimasukkan dalam Dapodik menjadi salah satu faktor utama penyebab tidak dapatnya bantuan tersebut.

“Selama ini sekolah-sekolah yang ada dipinggiran terkendala oleh kemampuan IT, sehingga tidak melaporkan kondisi sarana prasarana sekolah mereka melalui Dapodik,” jelas Ya’kup diruang kerjanya, Jumat (20/09) siang.

Lebih lanjut kata dia, sebagian operator di sekolah tidak mengetahui betul pelaporan saat memperbarui atau update data sarpras, sehingga kondisi sekolah yang buruk tidak terpantau baik oleh kepsek maupun pemerintah pusat karena laporan dalam dapodik masih bagus.

“Akibat tidak ada laporan kerusakan di sekolahnya, maka proposal permintaan bantuan perbaikan tidak bisa ditindak lanjut oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Perlu diketahui, saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menerima kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp. 14.249.478.000 dengan rincian kegiatan, Rehab ruang kelas 22 SD, Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) 4 SD, Pembangunan toilet sekolah 4 SD, Rehab ruang perpustakaan 1.

Diketahui, perincian lokasi bantuan untuk rehab SD di Bangkalan yakni di Kecamatan Arosbaya 1 SD, UPTD SDN Glagga 4. Rehablitasi Ruang kelas 3 Ruang, UPTD SDN Jambu 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Pangolangan 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Tunjung 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 4 Ruang dan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) 1 Ruang, UPTD SDN Pangolangan 1. Pembangunan jamban Siswa/Gunu 1 Unit
6. UPTD SDN Sobih 2. Pembangunan jamban Siswa/Gunu 1 Unit, UPTD SDN Lombang Laok 1. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Kampao. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) 3 Ruang, Kecamatan Galis (3 SD), UPTD SDN Banjar 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Daleman 3. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Lantek Barat 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 4 Ruang, Kecamatan Konang (1 SD), UPTD SDN Campor 1. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, Kecamatan Socah (1 SD)
13. UPTD SDN Parseh 5. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, Kecamatan Kokop, UPTD SDN Mano’an 3. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Mano’an 2. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) 3 Ruang, Kecamatan Kwanyar (2 SD), UPTD SDN Batah Timur 1. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD DSN Pandanan 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, Kecamatan Labang (1 SD), UPTD SDN Ba Engas 1. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, Kecamatan Modung (2 SD), UPTD SDN Kolla 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang
20. UPTD SDN Neroh 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, Kecamatan Sepuluh (1 SD), UPTD SDN Tanagurah Barat. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, Kecamatan Tanah Merah (3 SD), UPTD SDN Baipajung 1. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Padurungan 1. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) 1 Ruang, UPTD SDN Kendaban 1. Pembangunan jamban Siswa/Gunu 1 Unit, Kecamatan Tanjung Bumi (3 SD), UPTD SDN Aeng Tabar 2. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UTD SDN Larangan Timur 3. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, UPTD SDN Tagungguh. Pembangunan jamban Siswa/Gunu 1 Unit, Kecamatan Tragah (2 SD), UPTD SDN Pacangan. Rehabilitasi Ruang Kelas 2 Ruang, UPTD SDN Pamorah. Rehabilitasi Ruang Kelas 3 Ruang, Kecamatan Klampis (1 SD)
30. UPTD SDN Ra Asb1. Rehabilitasi Ruang Kelas 1 Ruang.

Dikonfirmasi terpisah Abdul Rohman Tohir, mantan anggota Komisi D DPRD Bangkalan menyayangkan kondisi pendidikan yang masih terdapat banyak kelemahan dalam menyelenggarakan pendidikan ideal dari anggan yang ada.

“Kalau lemahnya operator masak dari dulu lemah terus, berarti selama ini kerjanya diknas itu apa, kalau itu lemahnya disana, dari dulu kok tidak di evaluasi, mana yang tidak tersentuh APBN ada anggaran APBD untuk yang lemah didalam pengajuan di Dapodik,” tuturnya.

Abdurrahman juga menyarankan demi mencapai pelayanan pemerataan yang maksimal baginya tentu Disdik Bangkalan mestinya ambil sikap agar mendistribusikan guru PNS secara merata, karena menurutnya selama ini dirinya mengaku banyak menemukan ketimpangan luasnya jurang pemisah antara kenerpihakan kebijakan perkotaan dan pelosok.

“Kemudian menurut saya evaluasi juga penempatan kepala sekolah, jangan-jangan masih banyak kok yang PNS nya hanya Kepala Sekolahnya, paling punya satu guru, ratakan saja tidak peduli meskipun orang kota tempatkan dipelosok PNS nya,” papar mantan aktivis Kota Surabaya ini dengan nada geram.

Mahasiswa Paska Sarjana Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini juga mempertanyakan eksistensi tupoksi Dinas Pedidikan yang terkesan belum melahirkan solusi pada persoalan yang dihadapi.

“Selama ini apa yang dikerjakan oleh diknas, segera evaluasi SDM nya perlu ditata secara objektiv pen bukan karena faktor kedekatannya,” sarannya.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *