Sengketa Kasus Pilkades Matanair Makin Memanas, Ini Penyebabnya

oleh -646 Dilihat
Perwakilan Massa aksi saat diskusi dengan Camat Rubaru.

SUMENEP, Jumat (28/1/2022) suaraindonesia-news.com – Sengketa kasus pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, bola apinya bergulir kian memanas.

Pasalnya, Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Desa Matanair mendatangi kantor Kecamatan Rubaru dengan ratusan massa.

Hal baru yang menjadi tuntutan massa adalah menduga kuat keterlibatan Camat Rubaru merekomendasikan Pelaksana Harian (PLH) Desa Matanair.

Atas dasar diangkatnya PLH Desa Matanair dipertanyakan oleh Massa, mereka menduga bahwa Arif Susanto sebagai Camat yang merekomendasikan ke Bupati Sumenep.

Ach. Fauzi sebagai Pembina ARM Menjelaskan bahwa dirinya dan massa aksi demonstrasi menuntut agar penegak hukum mengusut tuntas keterlibatan Camat Rubaru dalam dugaan penyalahgunaan wewenang khusunya dalam pengangkatan Moh Ikhsan Resandi Menjadi PLH Sekdes dan Kades, Padahal kata dia Bukan PNS atau ASN, itu jelas melanggar ketentuan undang-undang.

“Kami juga menuntut Agar di Usut juga, dugaan perbuatan melawan hukum dimana Camat telah mengeluarkan Rekomendasi dengan nomor 141/188/435.316/2021 tanggal 1 februari 2021 dengan Rekom itu juga Gazali mengangkat menantunya menjadi PLH, saat SK-nya dinyatakan tidak sah oleh PT. TUN Surabaya,” tuturnya.

Lebih lanjut Fauzi menjelaskan bahwa dirinya Akan melaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep
terkait penggunaan anggran DD ADD yang sudah di kelola oleh orang yang tidak punya kewenangan, dan Ilegal, itu pelanggaran dan jelas ada kerugian Negara.

“Kan tidak mungkin tidak ada keterkaitan Kecamatan terhadap pengangkatan PLH Desa Matanair,” tegasnya.

Munculnya tuntutan dari massa bahwa PLH yang diangkat merupakan menantu Ahmad Gazhali yang merupakan kades yang dicabut SK nya oleh Bupati karena kalah banding di PTUN Surabaya.

“Dengan begitu otomatis menjadi babak kedua menambah sederetan kasusnya yang kian memanas di Pilkades Matanair,” tukasnya.

Tuduhan dan sangkaan itu dibantah oleh Camat Rubaru Arif Susanto, dirinya dengan tegas membantah bahwa dirinya tidak pernah merekomendasikan siapapun untuk diangkat jadi PLH di Desa Matanair.

“Tuduhan bahwa saya yang merekomendasikan PLH di Desa Matanair, itu tidak benar,” tegasnya.

Arif sapaannya menjelaskan lebih detail bahwa pengangkatan PLH itu hak dan wewenang Bupati bukan wewenang Camat.

“Saya hanya mendapatkan tembusan surat pengangkatan PLH saja,” sambungnya.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan