Satbinmas Polres Probolinggo Kota Bagikan Sembako Pada Janda Miskin yang Tinggal Dirumah Reyot Bersama 3 Anaknya yang Difabel

oleh
Juama, terima bantuan paket sembako dari Satbinmas Polres Probolinggo Kota, Kamis (13/2/20).

PROBOLINGGO, Kamis (13/2/2020) suaraindonesia-news.com – Polres Probolinggo Kota melalui Satbinmas mengunjungi Juama (55), janda miskin warga Dusun Mawar, Rt.002/Rw.001 Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo yang tinggal di rumah reyot bersama ke 3 anaknya yang kesemuanya menyandang difabel cacat fisik dan tunanetra sejak lahir.

Satbinmas Probolinggo Kota, dengan dipimpin Kasat Binmas AKP Retno, Kamis (13/3/20) siang dengan mengajak Polwan menyambanginya sekaligus memberi bantuan paket sembako kepada juama.

Retno mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa prihatin setelah mengetahui kehidupan Juama, janda miskin yang tinggal dirumah reyot tidak layak huni bersama ke 3 anaknya yang semuanya menyandang cacat fisik dan tunanetra.

Oleh karena itu kami menyisihkan sebagaian rizki datang menyambanginya dan sekaligus memberi bantuan paket sembako untuk mengurangi beban hidup ibu Juama, seorang janda miskin yang menanggung beban hidup ke 3 anaknya yang semuanya menyandang difabel cacat fisik dan tunanetra.

“Ya, ini sebagai rasa kemanusiaan, saya sangat prihatin melihat kondisinya. Dengan bantuan ini semoga bisa membantu meringankan beban hidupnya. Dan kedepan akan menyisiihkan sebagian rizki untuk membantu perbaikan rumahnya agar layak huni,” ungkap Kasat Binmas AKP Retno.

Sementara itu, menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, H. Mahin, Juama hidup sendiri dengan menanggung beban hidup ke 3 anaknya yang semuanya menyandang difabel cacat fisik, tunanetra, dan yang dua malah tidak bisa berjalan, jelasnya.

Is sebutkan, ibu Juama sebenarnya memiliki 4 anak. Anak yang pertama perempuan kondisi normal namun pergi dan dikabarkan sudah menikah, dan ada di luar jawa. Anak yang ke dua ke tiga dan ke empat semuanya difabel cacat fisik dan tunanetra sejak lahir.

Sejak 30 tahun silam, lanjut H. Mahin, suaminya ibu Juama pergi meninggalkannya dan tak pernah ada kabar hingga sekarang. Untuk makan setiap harinya ya dari belas kasihan masyarakat sekitar sini.

“Saya sendiri setiap pagi juga ngirim makanan untuk ke 3 anaknya. Untuk rumahnya ya seperti ini, sudah sangat tidak layak lagi untuk ditempati,” ujarnya.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo sendiri kata H. Muhin, tampaknya tidak ada respon sama sekali.

“Sebetulnya perangkat desa atau pemerintah desa pesisir sudah tau kalau kondisi bu Juama seperti ini. Namun gak ada respon,” pungkas H. Muhin.

Seperti dilansir oleh media ini sebelumnya, Juama adalah janda miskin warga Dusun Mawar Rt.002/Rw.001 Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Juama menempati rumah reyot tidak layak huni bersama ke 3 anaknya yang semuanya menyandang difabel, cacat fisik dan tunanetra.

Reporter : S.Widajanarko
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *