RUU KPK Ditunda? Lagu Lama, Akhirnya Nanti Diteken Juga

Ingat Dengan Kenaikan BBM dan TDL Ditunda Akhirnya Naik Jua

Oleh : Dhafir Munawar Sadat, Pegiat Anti Korupsi

Oleh : Dhafir Munawar Sadat
Pegiat Anti Korupsi

AKhir – akhir ini publik dihebohkan dengan rencana UU KPK, yang menjadi kontroversi dtengah-tengah masyarakat Indonesia, para komesioner KPK sudah memberikan/melimpahkan kewenangannya kepada pesiden, termasuk Agus Raharjo selaku ketua KPK, yang sebelumnya wakil pimpinan KPK Saut Situmorang mengundurkan diri dari wakil KPK.

Merupakan pukulan telak bagi pemerintah untuk segera intropeksi diri, seharusnya dewan legislatife intorpeksi juga, sebagai waki, rakyat, seharusnya malu, mereka mewakili rakyat bukan sebaliknya membuat UU untuk memperkuat kekuasannya dalam mempermainkan anggaran, ntah ini apa politik atau hanya sekedar pengalihan isu atau memang agenda yang tertunda yang direncanakan, Rakyat sangat muak dengan sandiwara Radio Senayan, lagu lama mulai dimainkan oleh mereka pemegang ke kuasaan, Koran Nasional JAWA POS terbitan sabtu 21 september 2019, ditulis besar “Jangan Hanya Ditunda, Batalkan Saja”.

Jokowi diminta tidak memberi harapan palsu, salut sama Jawa Pos, emang lihai dalam mengolah kata dalam bahasa, kita flashback denga peristiwa kenaikan BBM, Listrik dan lain-lain, ditulis juga oleh Jawa Pos, Presiden Menunda Kenaikan BBM dan Listrik, rakyat mulai bernafas lega, beberapa hari kemudian, tengah malam BBM dan Listrik Naik juga, mahasiswa juga demo, bahkan buruh juga turut demo. Rakyat tertipu!
Apakah ini juga akan terjadi terhadap UU KPK, Ditunda?…..
Bahkan sekarag mahasiswa se-Indonesia sudah turun ke jalan, mereka mulai bergerak, menduduki gedung DPRD, Gedung DPR Provinsi, DPR RI, menolak UU KPK, ditamnbah dengan UU yang lain yang lucu yang tidak seharusnya di undangkan, untuk apa sih mereka membuat UU yang bikin bingung, benar sekarang ini DPR (DEWAN PENIPU RAKYAT) itu sudah viral loe, apa masih mau ngakali rakyat, suara rakyat suara Tuhan.

Tolong dengarkan suara rakyat mereka tidak akan macam-macam kalau tidak dimacam-macamin duluan, kayaknya rakyat sudah maulai jenuh diakalin terus, mereka datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) capek-capek, meninggalkan kewajibannya untuk memilih wakilnya, untuk memilih presidennya, dijanjiin dengan yang manis-manis, tapi apa balasannya, Hem…

Suara Rakyat Suara Tuhan Loe, ini masyarakat bawah sudah cukup lama hidup sederhana, mereka sebenarnya tidak mau merasakan empuknya kasur, dingin AC, enaknya naik pesawat, enaknya naik mobil mewah, dan pelesiran keliling nusantara, apalagi keliling dunia, mereka taidak mau itu semua, yang mereka mau, hanya keadilan, kepastian hukum, ekonomi tidak mencekik, mereka sudah cukup dengan nasi dan lauk pauk kerupuk beralaskan kertas nasi bahkan koran, mereka sudah senang bisa makan, mereka sudah bahagia keluarganya bisa tersenyum esok hari, mereka sudah riang bisa pelesiran ke pantai-pantai terdekat dengan keluarga dan handai toulan.

Kita tidak habis pikir, rakyat dibikin pusing, apa maunya mereka dewan itu, padahal mereka kumpulan orang hebat, orang berdasi, sekolahnya tinggi-tinggi, rumahnya tinggi-tinggi, kendaraannya pun tinggi-tinggi, sek kurang opo, gajinya tinggi, tunjangannya yo tinggi, sek nyelenneh, iyo kalau nyelennehnya gennah, wong yang dibikin susah masyarakat banyak. Apa karena memang jamannya saiki jaman edan, modern boleh, ojok sampek ketinggalan jaman, ketinggalan informasi sedetik aja sudah ruginya setaun. Karena emang lucu, ada beberapa UU yang sengaja dibuat oleh mereka yang tidak pantas diundangkan, wong masalah ayam masuk ke pekarangan orang dikenak pasal, suami ngajak istri sedikit maksa dikenak pasal, ada waktu libur untuk tahana, betul kata brodin”, nyaman mon dek iye kanak”, nah ini sesuai dengan kata-bijak, pemiikiran yang sempit akan menghasilkan kebijaksanaan yang sempit pula. Yang mana seharusnya hukuman itu memberikan efek jera kan seperti itu hakekat dari hukaman yang sebenarnya dan sebagai kacaperbandingan bagi yang lain. Apa ini, namanya politik balas dendam?

Kembali ke pokok permasalahan, mahasiswa se-Indonesia mulai berbondong-bondong, semoga mahasiswa yang tercinta tidak ada yang memanfatkan, kita doakan mereka semoga pada sehat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat kepada mereka yang ngakunya wakil rakyat, kita iringi dengan doa-doa terbaik kita disetiap sujud dan dikala bangun kita, semoga besok pagi dikala buka mata untuk bangun beribadah kepadaNya kita mendengar berita yang menggembirakan, dan menjadi mimpi dan terbangun dalam keadaan riang nan jenaka, begitulah apa yang diharapkan rakyat yang selama ini melarat.

Kraksaan, 24 September 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here