RTK Kurangi Ibu Hamil Yang Beresiko Tinggi Jauh Dari RS

oleh
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang saat potong pita meresmikan RTK di kota Lumajang

LUMAJANG, Selasa (24/7/2018) suaraindonesia-news.com – Jauhnya tempat tinggal dan sulitnya transportasi dari ibu hamil yang beresiko tinggi, menyebabkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, terinspirasi membangun Rumah Tunggu Kelahiran (RTK), khususnya ibu hamil untuk menyongsong persalinannya.

Menurut Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang, Ir Agus Widarto RTK itu adalah suatu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), berupa tempat (rumah/ bangunan tersendiri) yang dapat digunakan untuk tempat tinggal sementara bagi ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas, termasuk bayi yang dilahirkan serta pendampingnya (suami/ keluarga/ kader kesehatan).

“Ini untuk mendekatkan akses ibu hamil yang beresiko tinggi/ komplikasi dengan Rumah Sakit (RS) sebelum dan sesudah kelahiran,” kata Ir Agus kepada sejumlah media tadi.

Selain itu, menurut Ir Agus, RTK ini digunakan untuk mencegah terjadinya keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas, dan bayi baru lahir, terutama di daerah sulitakses ke fasilitas kesehatan melalui penyediaan RTK.

“Untuk di kota Lumajang RTK beralamat di jalan Adi Sucipto No 9 RT 01 RW 28, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang. Satu lagi dekat RSD Pasirian,” terangnya lagi.

Pengunaan RTK kata Ir Agus, adalah untuk ibu hamil yang sedang menunggu proses persalinan di RS, sedang rumah ibu hamil jauh dari RS.

“RTK itu juga digunakan oleh ibu hamil, ibu nifas beserta bayinya yang membutuhkan pemeriksaan RS,” tambahnya.

Alur dalam untuk pemanfaatan RTK sebagai berikut, yaitu pertama melapor kepada bidan atau perawat di Desa (PPD) atau Puskesmas asal domisili.

Yang kedua, yaitu PPD atau Puskesmas melaporkan ke Dinkes Kabupaten Lumajang.

“Yang selanjutnya yaitu membawa persyaratan administrasi berupa foto copy KTP 2 (dua) lembar,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *