Berita UtamaHukumRegional

Resahkan Warga Kencong, Akhirnya Youtuber di Jember Minta Maaf

×

Resahkan Warga Kencong, Akhirnya Youtuber di Jember Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
IMG 20200429 205525
Screenshot video permintaan maaf Anton Budiono di channel youtube miliknya. (Foto: Youtube).

JEMBER, Rabu (29/4/2020) suaraindonesia-news.com – Seorang youtuber asal Jalan Sultan Agung RT 01 RW 25 Dusun Ponjen Desa Kraton Kec. Kencong, Anton Budiono akhirnya meminta maaf atas unggahan videonya yang meresahkan warga Kencong Jember.

Anton mendatangi rumah almarhum M, dan meminta maaf kepada keluarga almarhum yang diwakili oleh anak almarhum yakni Bati Nigtyas pada Selasa malam 28 April 2020.

Selain secara lisan, Anton juga menulis surat pernyataan permintaan maaf kepada keluarga almarhum dan ditandangani di atas materai.

Permintaan maaf tersebut ditayangkan di akun channel youtube miliknya, dan telah ditonton 1.994 kali saat berita ini dirilis.

“Saya Anton Budiono memohon maaf kepada keluarga almarhum yang diwakili oleh Bati Nigtyas atas unggahan youtube Anton Budiono dengan judul Proses Pemakaman PDP dari Surabaya yang merupakan warga Kencong, yang rilis pada Senin 27 April 2020 pada jam 14:00 WIB dan juga telah saya hapus pada hari itu jam 20:15 WIB, saya memohon maaf atas konten saya yang kurang berkenan, menyinggung, mencemarkan nama baik keluarga almarhum dan saya mengklarifikasi atas konten yang saya buat, saya menyebut almarhum adalah PDP dengan hasil SWAB negatif,” ucap Anton dalam videonya.

Anton mengatakan bahwa kesalahannya tersebut merupakan pelajaran berharga baginya.

Baca juga : Youtuber Resahkan Warga Kencong, Ternyata Guru SMK PGRI 05 Jember

“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Kencong dan sekitarnya. Dan ini menjadi pelajaran paling berharga dan saya tidak mengulangi kesalahan yang sama,” janjinya.

Sementara itu, Bati Nigtyas mengatakan telah memaafkan dan tidak akan membawa masalah ini ke jalur hukum.

“Mboten (tidak), saya tidak membawa ke jalur hukum, cuma saya klarifikasi buat yang menyebarkan video hoaks tersebut tolong diklarifikasi kata-kata itu tidak benar bahwa ayah saya meninggal bukan karena kayak gitu, saya memaafkan apalagi ini bulan suci Ramadhan,” ucap Ningtyas.

Sebelumnya diberitakan, channel youtube ‘Anton Budiono’ mengunggah video proses pemakaman seorang warga Kencong berinisial M adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dengan hasil SWAB negatif.

Atas unggahan video tersebut, anak kandung dari almarhum M, Bati Ningtyas mengaku tidak terima, ayahnya dikatakan meninggal dunia dalam status PDP COVID-19.

Ningtyas mengatakan bahwa almarhum ayahnya meninggal karena menderita sakit lambung selama 8 hari di Kota Surabaya.

“Saya tidak terima ayah saya dikatakan meninggal dengan status PDP Corona, yang betul adalah ayah meninggal karena sakit lambung,” kata Nigtyas melalui sambungan telepon, Senin 27 April 2020 lalu.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Ela