Resah Dengan Keberadaan Ojon Grab, Bentor Cepu Gelar Demo

BLORA,Rabu (18/10/2018) suaraindonesia-news.com – Pengemudi becak motor (Bentor) di kawasan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diresahkan dengan keberadaan Ojek Online (Ojon) Grab. Sebab, keberadaan Ojon tersebut dianggap mengurangi pendapatan pengemudi bentor. Itu terungkap dalam Aksi Damai, Serikat Pengendara Becak dan Becak Motor (SPBB), Kamis (18/10/2018).

Mereka melakukan aksi longmarch dari Simpang tujuh Cepu hingga Kantor Camat Cepu untuk melakukan orasi. Dalam aksinya, ratusan pengemudi bentor itu menuntut pemeriantah untuk melindungi mata pencahariannya. Terlebih dalam penerbitan payung hukum operasional mereka di jalan raya.

Sebagain tulisan yang ditempel pada kardus bekas diantaranya, Pak Bupati lindungi pengendara Bentor dan Ojek, Perda yang mengakui keberadan bentor, pengusaha lokal harus dilindungi dari pegusaha asing, Anggota DPRD Blora harus memperjuangkan Perda yang melindungi, itu adalah sebagian tulisan yang dibawa oleh para demonstran, ikut menghiasai bentor.

Sementara Camat Cepu, Joko Sulistiyono, pada saat itu menyempatkan diri untuk menemui pada demonstran. Lalu mengajak perwakilan demonstran berdialog langsung di pendopo Kecamatan Cepu. Bersama Forkompimcam Polsek Cepu, Koramil Cepu, serta Dinas Peruhanan Pemukiman dan Perhubungan.

Joko, pengemudi bentor, menyampaikan bahwa pendapatannya mengalami penurunan semenjak ojon ramai beroperasi di wilayah Cepu.

“Dulu sehari bisa mendapat Rp40.000 sampai Rp50.000. Tapi sekarang sulit,” ujarnya.

Disamping itu, dirinya juga mengaku pernah memergoki Grab masuk di wilayahTerminal. Dia menambahkan, dalam operasional bentor juga meminta perlindungan melalui payung hukum yang jelas.

“Baik dalam Perda (Peraturan daerah) mapun Peraturan bupati,” kata dia.

Kebedaraan Grab seperti hantu bagi pengemudi bentor yang bisa menyusup diberbagai lokasi.

“Seperti di pangkalan Rumah Sakit, mereka masuk seperti penyusup. Bahkan yang punya identitas harus disembunyikan,” ungkap Pinardi pengemudi bentor lain.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan kekhawatiran jika terjadi gesekan antara pengemudi bentor dengan Ojon.

“Kalau dibiarkan seperti ini, akan ada konflik horizontal. Dan membuat Cepu amburadul,” ujarnya.

Dirinya mau nya Grab dibubarkan supaya tidak menimbulkan keresahan. “Dibubarkan saja, hentikan saja, bila perlu diusir dari Indonesia,” tandasnya.

Sementara, Kabid Perhubungan, Bambang Sugiyanto, menyatakan , bahwa bentor sulit untuk masuk dalam kategori moda transportasi.

“Kesulitan bentor masuk angkutan. Rilis dari kementerian, bentor itu dilarang,” kata dia.

Namun demikian, bentor bisa menjadi khasang budaya sendiri. “Sebagai akal budi masyarakat dalam dunia transportasi,” terangnya.

Sementara, pihaknya masih kesulitan untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab dengan keberadaan Grab di Kabupaten Blora.
“Sampai sekarang di Blora belum ketemu,” kata dia.

Ditambahkan, persoalan ojon ini menjadi permasalahan nasional bukan lagi persoalan Kabupaten.

“Kesulitannya di sini hubungannya denan dunia maya karena berbasis aplikasi online. Yang bertanggung jawab grab di blora siapa. Mungkin kalau di Jakarta ada yang bertangung jawab,” terangnya.

Dalam dialog itu, dirinya meminta waktu untuk mepertemukan berbagai pihak yang terlibat. Baik dari ojek pangkalan, bentor, dan ojek online.

Usai dilakuka dialog, rombongan bentor melanjutkan konvoi keliling wilayah perkotaan Cepu sekaligus berorasi menyampaikan yel yel ditengah masyarakat.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here