Rencana Revitalisasi Pasar Tanjung Disambut Baik Pedagang

Sudah terlihat banner dan sejumlah alat scaffholding akan rencana revitalisasi Pasar Tanjug (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Rabu (24/10/2018) suaraindonesia-news.com – Rencana perbaikan (revitalisasi, red) Pasar Tanjung Jember disambut baik oleh para pedagang di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Jember.

Mereka (para pedagang, red) sangat senang dengan rencana Pemerintah Kabupaten Jember untuk merevitalisasi pasar tersebut, sebab dengan revitalisasi para pedagang akan mendapatkan tempat yang lebih layak, bersih dan nyaman tentunya.

Sari’ah, salah satu pedagang sate di Pasar Tanjung yang sudah puluhan tahun berjualan di pasar itu, pihaknya merasa senang saat di tanya tanggapan soal perbaikan pasar tersebut.

“Iya, senang” ucap penjual sate asal Madura ini kepada suaraindonesia-news.com.

Dirinya tidak mempersoalkan pindah tempat selama dilakukan perbaikan.

“Tidak masalah, kan hanya sementara saja, nanti kalau sudah selesai diperbaiki kan bisa pindah lgi ke tempat yang baru,” imbuhnya dengan wajah senang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pedagang baju, Cici Dwiyanti, dirinya merasa senang mendengar adanya rencana untuk dilakukan perbaikan pasar.

“Senang tentunya, karena dengan begitu tempat kita jualan nantinya akan menjadi lebih bagus,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Jember mewacanakan perbaikan pasar tersebut pada tahun 2019 yang dianggarkan khusus oleh Bupati dr.. Hj. Faida MMR dalam RAPBD 2019.

Rencana tersebut oleh Faida tidak hanya dilakukan pada Pasar Tanjung saja, namun akan direalisasikan pada beberapa pasar tradisional di kecamatan lain.

Hal tersebut dalam upaya merealisasikan 22 janji kerja pasangan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dan Wakil Bupati Jember Drs. KH Muqit Arief yang sudah tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Salah satunya pemenuhan janji kerja duet faida-Muqit terkait janji ke delapan, yakni, mengembangkan warung berjaringan, merevitalisasi pasar tradisional, dan menata pedagang kaki lima (PKL) untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang.

Seperti yang dilansir dari radarjember.id Pembangunan dan perbaikan kondisi pasar dilakukan secara bertahap.

Tahun 2019, telah diusulkan kepada DPRD Jember dalam RAPBD tahun 2019 perbaikan pasar tradisional. Selain perbaikan Pasar Tanjung, juga ada perbaikan Pasar Mangli, Pasar Patrang, Pasar Kreongan, juga Pasar Bangsalsari, serta beberapa pasar rakyat lainnya.

“Kita akan rehabilitasi 15 pasar rakyat menuju Jember Mandiri,” ujar Bupati Faida.

Menurut Faida, dengan rehabilitasi kondisi pasar tradisional, maka kondisi pasar rakyat ini akan lebih baik, nyaman, dan bersih. Tentunya, lanjut Faida, akan mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang yang notabene penduduk asli Jember.

“22 Janji Kerja disusun berdasarkan fakta, keinginan, harapan, dan kebutuhan masyarakat luas. Membangun Jember harus sesuai kebutuhan dan keinginan masyarakat, bukan keinginan dan kebutuhan bupati atau wakil bupati,” ujar Bupati lulusan cumlaude Pascasarjana Universitas Gajahmada ini dilansir dari radar jember.id.

Reporter : Eko Riswanto
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here