Rembuk Stunting, Upaya Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Jember

oleh -271 views
Suasana rembuk stunting di Pendopo Wahyawibawgraha Jember. (Foto: Dok.Pemkab Jember).

JEMBER, Rabu (22/9/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kesehatan menggelar Rembuk Stunting. Rembuk merupakan bahasa jawa, yang berarti musyawarah, rembuk stunting berarti musyawarah membahas soal penanganan stunting.

Untuk diketahui, angka stunting di Kabupaten Jember menempati terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur di angka 37,58 persen.

Dalam rembuk stunting yang dilaksanakan hari ini, Rabu (22/09/2021), Bupati Jember Hendy Siswanto mengundang 800 orang pegiat terdiri dari OPD terkait, kepala puskesmas, kader posyandu, dokter, bidan, akademisi, camat, kades, lembaga swadaya masyarakat serta penggerak PKK dimana 30 orang diantaranya hadir secara langsung di Pendopo Wahyawibawagraha, sedangkan sisanya mengikuti secara daring.

Rembuk stunting membahas berbagai strategi aksi konvergensi percepatan penurunan masalah tumbuh kembang pada anak. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi itu akan mempengaruhi perkembangan otak, sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Anak juga lebih rentan terhadap penyakit.

“Program penanganan stunting, termasuk AKI dan AKB ini menjadi program utama kami untuk segera kita lakukan treatment di lokasi-lokasi yang masih banyak stunting,” jelas Hendy Siswanto.

Penanganannya dimulai dari ibu hamil sudah didampingi oleh kader posyandu mulai serta bayi mulai usia 6 hingga 24 bulan, termasuk juga yang sudah stunting dengan usia di atas 5 tahun itu juga akan dilakukan treatment.

Bupati Hendy menegaskan programnya ini menyenth seluruh wilayah se-Kabupaten Jember.

“Salah satu yang sudah kita lakukan untuk pemenuhan gizi masyarakat yaitu kami menginisiasi kampung penghasil ikan, dimana satu kampung ikan terdiri dari 1500 rumah warga yang mempunyai kolam budidaya ikan, dengan demikian setidaknya keluarga akan terpenuhi gizinya dengan mengonsumsi ikan,” ungkap Hendy.

Untuk diketahui, pada Sabtu 18 September 2021 lalu, Bupati Hendy Siswanto telah meresmikan kampung ikan gurame di Desa Tegalawangi Kecamatan Umbulsari.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *