Rekapitulasi Suara Tingkat Kota Diwarnai Aksi Protes

Sejumlah saksi memprotes hasil rekapitulasi yang ditulis petugas di kertas saat Rekapitulasi Pemilu tingkat kota di Aula KPU Kota Pekalongan, Jumat (3/5/2019).

PEKALONGAN, Sabtu (4/5/2019) suaraindonesia-news.com – Proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019, di Aula KPU Kota Pekalongan, pada Jumat (3/5) kemarin diwarnai aksi protes dari beberapa saksi. Pasalnya, ada kekeliruan dalam penulisan hasil rekapitulasi. Baik paslon capres-cawapres maupun paslon caleg.

Saksi paslon nomor urut 02, Agus Wibowo menilai, KPU ceroboh dan kurang hati-hati.

“Kami temukan kekeliruan, agar KPU harus lebih teliti lagi dan tidak tergesa-gesa,” tambahnya.

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Sugiharto membenarkan hal itu. Bahwa KPU telah salah menulis hasil penghitungan suara jumlah perolehan pasangan capres dan cawapres.

“Kami menemukan ada salah data, di TPS 27 Kelurahan Podosugih, surat suara pilpres yang digunakan 213 tapi dalam kota suara 214,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada menerangkan, sudah menerka kalau hal tersebut akan dipertanyakan oleh sejumlah saksi.

“Kami sudah mengira itu akan terjadi, dan kami sudah menginventarisir permasalah yang terjadi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, permasalah pokok di TPS 27 adalah kelebihan satu surat suara, dan sudah dirampungkan saat penghitungan di tingkat PPK.

“Sebenarnya sudah selesai di tingkat PPK, tapi para saksi kembali meminta mekanisme hitung ulang. Kami pun melaksanakannya, agar pemilu berjalan terbuka,” pungkas Rahmi.

Reporter : Arsyad
Editor : Amin
Publisher : Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here