SUMENEP, Kamis (5/2) suaraindonesia-news.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mencatat capaian positif dalam program Luas Tambah Tanam (LTT). Realisasi tanam pada tahun 2025 dilaporkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa target awal seluas 25.000 hektare berhasil direalisasikan hingga mencapai sekitar 36.000 hektare. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah daerah kembali menaikkan target LTT menjadi 36.500 hektare.
“Peningkatan target tersebut sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi produksi pertanian. Program prioritas sektor pertanian akan terus didorong agar produktivitas lahan semakin meningkat,” katanya, Kamis (5/2/2026).
Selain tanaman pangan, pengembangan sektor pertanian di Sumenep juga diperluas ke subsektor perkebunan. Pemerintah pusat memiliki program pengembangan lima komoditas strategis, yakni kopi, kakao, tebu, kelapa, dan jambu mente. Kabupaten Sumenep, menurut Chainur, mendapat program peremajaan dan pengembangan komoditas kelapa serta jambu mente.
“Peningkatan luasan tanam dipastikan berdampak langsung pada kenaikan produktivitas. DKPP menargetkan peningkatan hasil gabah dari rata-rata 6 ton per hektare menjadi 7 hingga 8 ton per hektare melalui pendampingan intensif dan penerapan teknologi pertanian,” ujarnya.
Upaya peningkatan produktivitas juga dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, khususnya penyuluh pertanian dan petani. DKPP mendorong peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan dan pendidikan, serta melakukan edukasi dan pembinaan kepada petani agar pola tanam dan budidaya sesuai dengan kaidah pertanian yang baik.
Selain itu, pemanfaatan teknologi pertanian modern turut menjadi perhatian, salah satunya penggunaan drone untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas budidaya tanaman di lahan pertanian.
“Pemanfaatan teknologi pertanian modern turut menjadi perhatian, salah satunya penggunaan drone untuk mendukung efisiensi dan efektivitas budidaya tanaman di lahan pertanian,” ucapnya.
Menutup keterangannya, Chainur mengajak para petani memanfaatkan momentum musim penghujan dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk ditanami komoditas pangan utama seperti padi dan jagung. Ia juga meminta penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar produktivitas meningkat dan berdampak pada kenaikan pendapatan petani.












