PendidikanRegional

Rangkaian HUT PGRI ke 76, PGRI Kota Bogor Adakan Diskusi

Avatar of admin
×

Rangkaian HUT PGRI ke 76, PGRI Kota Bogor Adakan Diskusi

Sebarkan artikel ini
IMG 20211022 125940
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto (2 dari kiri) saat memberikan sambutan

KOTA BOGOR, Jumat (22/10/2021) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka, rangkaian peringatan HUT ke 76, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor melakukan diskusi dengan tema ‘Pentingnya Pendampingan Psikososial Dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Era Normal Baru, Kamis (21/10/2021).

Hadir pada kegiatan tersebut, selain Pjs Ketua PGRI Kota Bogor Ade Sutisna dan jajarannya hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto dan para peserta dari guru guru PGRI Kota Bogor.

Pjs Ketua PGRI Kota Bogor Ade Sutisna menyampaikan, acara yang mengusung tema ‘Pentingnya Pendampingan Psikososial Dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Era Normal Baru’ ini adalah bagian dari rangkaian HUT PGRI ke 76 yang secara resmi dibuka pada 5 Oktober yang lalu di Gedung Guru Indonesia Kota Bogor.

“HUT ke 76 PGRI sudah dibuka secara resmi 5 Oktober yang lalu, yang sekarang ini sudah rangkaian yang ke 5,” ungkapnya.

Menurutnya, tema sekarang ini adalah bagian dari upaya PGRI Kota Bogor, untuk mempersiapkan guru untuk menghadapi siswa yang sudah lebih 1 tahun belajar secara daring.

Baca Juga :  SMAN 9 Kota Bogor Terpilih Sebagai Penurunan Bendera

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang dilakukan PGRI Kota Bogor ini, apalagi temannya pendampingan psikososial, sehingga diskusi ini sangat penting untuk dunia pendidikan kedepan.

Menurutnya, selama pembelajaran daring yang lebih banyak menekankan kemampuan visual dan literasi yang berpotensi menimbulkan penurunan kemampuan belajar (learning loss). Interaksi sosial terbatas menyebabkan turunnya motivasi belajar pada diri siswa, banyaknya beban tugas yang diberikan dengan tenggat waktu yang sempit menyebabkan siswa menjadi kelelahan.

Baca Juga :  Wujudkan KLA, DP3A Kota Bogor Gelar Pelatihan KHA Khusus Tenaga Pendidik Tingkat SD

Pembelajaran jarak jauh dengan metode luring juga memberi kontribusi terhadap kesulitan guru melakukan pendampingan maupun kunjungan, terlebih terhadap keterbatasan sarana prasarana maupun keterbatasan guru tersebut khususnya di sekolah atau di daerah-daerah sulit.

Oleh karena itu, Atang berharap dengan diskusi ini, kedepan akan mengurangi kegiatan kegiatan siswa yang bersifat negatif.

“Saya berharap dengan adanya acara ini, kedepan konsep maupun pola pembelajaran baik PTM terbatas kombinasi dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), walau nanti PTM sepenuhnya, tetap harus memperhatikan psikososial anak-anak kita,” terangnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful