Raibnya Bantuan Hand Tractor, Ini Kata Dinas Pertanian

Reporter ; Tarman

MAGETAN, Senin (8/4/2017) suaraindonesia-news.com – Dalam waktu kurun lima tahun terakhir ini Pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian memberi bantuan alat alat pertanian kepada Gapoktan dan kelompok tani di seluruh Desa desa se Kecamatan/Kabupaten di Jawa Timur, khusus di Magetan bantuan itu berupa mesin bajag (hand tractor) mesin tangan, alat mesin tanam padi dan alat mesin pemotong padi.

Di samping itu masih banyak bantuan lain berupa uang untuk simpan pinjam, pupuk bersubsidi, benih dan obat obatan, namun kenyataan di lapangan bantuan itu tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya harapan dari Pemerintah, pasalnya bantuan itu rata rata hanya di nikmati hasinya oleh oknum-oknum pengurus ketua Gapoktan beserta ketua kelompok taninya, hal ini di sampaikan Haryoto (54) kepada wartawan.

Lebih lanjut, misalnya bantuan benih padi, tidak di berikan secara cuma cuma melainkan di jual ke petani dengan alasan uang untuk tebusan ke dinas dan macam macem alasan lainya.

“Tragisnya bantuan bajag ada yang di sewakan ke petani Desa lain,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, anggota kelompok tani di Karangrejo Suharto (46), membenarkan adanya bantuan benih diberikan ke petani, dengan adanya uang tebusan senilai Rp 2000 per Kgnya.

“Uang itu untuk transpot kendaraan pengambilan benih dari dinas di Magetan, benih itu tidak di jual,” jelasnya.

Soal bantuan hand tractor yang diterima melalui Gapoktan/kelompok tani di Desanya masih ada dan di simpan, di gunakan oleh ketua gapoktanya dan kelompok taninya masing masing dan soal hasilnya ada pada ketua dan pengurus.

Bantuan hand tractor atau mesin bajag yang di duga raib atau hilang di desanya itu dulu, cara mendapatkanya bantuan dari pengurus Partai PDIP yang ada di desa, dan mestinya bantuan itu meski dari partai politik di serahkan ke Gapoktan atau Kelompok tani sebagai aset milik Gapoktan.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pertanian Magetan Ir Edy Suseno saat di hubungi, mengatakan, semua bantuan dari Pemerintah untuk petani, cara penyaluranya melalui Gapoktan dan Kelompok tani dari desa masing masing.

“Bantuan itu ada yang dari dana APBD Kabupaten dan APBD Propinsi, meski itu dana APBD Propinsi penyaluranya mesti melallui dinas, kita hanya di titipi untuk menyalurkan,” jelasnya.

Untuk masalah hand tractor yang hilang atau di jual ke orang lain di Desa desa ia tidak tahu.

“Kalau ada laporan seperti ini kita akan menindak lanjuti dan akan memanggil PPL yang ada di Kecamatan yang bersangkutan untuk meng inventaris, mengecek keberadaanya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here