Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita UtamaHukumPeristiwa

PT Medco E&P Malaka Dinilai Diskriminatif, Puluhan Massa Gelar Aksi Protes di Jalan ROW

Avatar of admin
×

PT Medco E&P Malaka Dinilai Diskriminatif, Puluhan Massa Gelar Aksi Protes di Jalan ROW

Sebarkan artikel ini
IMG 20250804 125141
Foto: Puluhan warga Desa Teupin Raya gelar aksi protes di jalan ROW milik PT Medco E&P Malaka.

ACEH TIMUR, Senin (4/8) suaraindonesia-news.com – Sejumlah warga Desa Tepin Raya, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, menggelar aksi protes di jalan ROW yang merupakan akses operasional PT Medco E&P Malaka. Aksi tersebut menyebabkan mobil pengangkut pekerja perusahaan sempat tertahan di lokasi.

Aksi ini merupakan bentuk respons atas ketidakpuasan warga terhadap rencana pemberian uang tali asih sebesar Rp1 juta per kepala keluarga (KK) kepada tiga desa yang terdampak kegiatan perawatan (shutdown) fasilitas Central Processing Plant (CPP) selama 35 hari, yakni Desa Panton Rayeuk T, Alue Siwah, dan Blang Nisam.

Baca Juga :  Perahu Terbalik, Waduk Selorejo Makan Dua Korban

Menurut warga Tepin Raya, mereka merasa diperlakukan tidak adil karena tidak termasuk dalam penerima kompensasi, meskipun secara geografis juga terdampak aktivitas perusahaan. Selain itu, warga juga menyoroti keterbatasan akses informasi terkait peluang kerja kategori non-skill selama masa shutdown.

“Kami hanya ingin berdialog dengan pihak kehumasan PT Medco E&P Malaka. Kami ingin mengetahui sistem rekrutmen tenaga kerja dan alasan pemberian tali asih yang tidak mencakup desa kami. Kami akan terus menyuarakan aspirasi agar ada perlakuan yang adil,” ujar Rusli, salah satu perwakilan warga.

Kritik serupa juga disampaikan oleh Supridar, tokoh pemuda Kecamatan Julok. Ia menyebut kebijakan kompensasi tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial antarwarga desa di sekitar area operasi.

“Kompensasi yang hanya diberikan kepada tiga desa ring satu dinilai kurang adil, karena dampak shutdown juga dirasakan oleh delapan desa lain yang dilintasi jalur ROW,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Medco E&P Malaka belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan warga. Salah satu staf humas sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan manajemen perusahaan.