PSHT Nganjuk Bakar Bendera NU, Aji Minta Kepolisian Segera Usut Tuntas

oleh -385 views
Bendera NU yang di bakar

NGANJUK, Senin (25/06/2018) suaraindonesia-news.com – Sejumlah pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk nekat membakar bendera ormas Islam Nahdlatul Ulama dan sejumlah banner yang bertuliskan Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (24/6/2018) sore.

Seperti yang dilansir wartajatim.com, Menurut salah satu pengurus Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran, dan Anarkis (Gepenta) Kabupaten Nganjuk, Aji kejadian tersebut terjadi di Desa Batembat, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

“Kejadian ini bermula saat pendekar dari PSHT yang sedang lewat di Desa Batembat dan kebetulan bertemu dengan pendekar Pagar Nusa yang sedang istighosah. Lalu tiba-tiba beberapa pendekar PSHT memprovokasi teman-temannya untuk mengambil bendera NU dan banner NU lalu dibakar,” jelasnya.

Aji menjelaskan belum tahu motif pasti dari kejadian ini. Saat ini sejumlah pengurus NU Nganjuk dan Banser berkumpul di Mapolsek Pace untuk menyelesaaikan masalah ini.

Beberapa anggota Banser dan pendekar Pagar Nusa tampak berseliweran disekitar Polsek Pace. Selain itu, sejumlah anggota polisi tampak juga berjaga-jaga antisipasi ada kejadian susulan.

“Suasana masih tegang, sekarang kasus ini sedang ditangani Mapolsek Pace. Karena diantara banner yang dibakar ada foto KH Hasyim Asy’ari makanya banyak massa NU yang marah,” kata Aji.

Aji meminta pihak Kepolisian segera mengusut kasus ini sampai keakar-akarnya agar tak diulangi lagi. Selain itu, ia juga meminta kepada kedua belah pihak untuk menahan diri agar tak timbul masalah yang lebih besar lagi. Apalagi saat ini suasana hari tenang menyambut Pilkada serentak 2018.

“Percayakan pada Polisi, kita kasih kesempatan pada petugas untuk menyelesai kan masalah ini. Semua tahan diri agar tak ada kerugian lebih besar,” pungkasnya.

Terpisah Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur H. Faidhlol Manan S.SosS berserta Sekretarisnya H.DR. Sholahuddin Fathurrohman menegaskan bahwa Pimpianan Wilayah Pencak Silat NU Jawa Timur menyatakan sikap. Pertama Menyerahkan Proses Hukum Kasus Ini kepada pihak kepolisian Sektor Ngajuk agar sesegera mungkin bisa bertindak tegas utk menangkap pelaku. Kemudian Pembakaran Bendera NU, Bendera Pagar Nusa dan Gambar Hadratus Syekh. KH. HASYIM ASY’ARI adalah bentuk pelecehan yang harus dipidanakan.

“Kalau pihak berwenang di Nganjuk tidak dapat menyelesaikan masalah ini dalam 3 hari. Kami akan turun tangan sendiri.” Ucapnya

Selain hal itu dirinya menghimbau kepada segenap anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur untuk dapat menahan diri utk tidak terpancing sehingga akan menimbulkan hal-hal yg tidak kita inginkan bersama, guna menjaga kondusifitas Kabupaten Nganjuk khususnya dan Jawa Timur Pada Umumnya.

Selain hal itu juga menyatakan sebagai organisasi yg dilahirkan oleh para Ulama dan Kyai kita mempunyai tanggung jawab untuk ikut menyukseskan event PILKADA di Jatim sehingga sangat penting menjaga kondusifitas dan keamanan menjelang dilangsungkannya PILKADA. (Nam/Red)

Tinggalkan Balasan