Proyek Rehabilitasi Tambak di Madat Diduga Menyalahi Aturan

Lokasi Tambak Desa Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Jumat (22/11/2019) suaraindonesia-news.com – Proyek Rehab Tambak Pengembangan Kawasan Unggulan Kluster Perikanan Budidaya Mukim Lueng, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, yang di kerjakan oleh CV Sasha and Zaky dengan nilai Kontrak Rp 412, 960, 342. Sumber dana Otsus APBA TA 2019. Dibawah SKPA Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, diduga menyalahi aturan.

Berdasarkan pengaduan yang diterima media, yang tak ingin di sebut namanya mengungkapkan bahwa Proyek rehab tambak tersebut seharusnya berada di lokasi Desa Lueng Peut, Kecamatan Madat, tapi sekarang rekanan memindahkan lokasi ke Desa Meunasah Asan.

“Akibat di pindahnya lokasi proyek rehab tambak tersebut, penerima bantuan sangat di rugikan, pihak dinas dan rekanan harus menjelaskan alasan pemindahan lokasi,” ujarnya.

Nurdin selaku pelaksana proyek rehab tambak tersebut menjelaskan bahwa secara aturan tidak ada masalah, sebab pemindahan lokasi masih berada dalam wilayah Mukim Lueng karena dalam kontrak tidak menyebut secara spesifik lokasi Desa.

“Jadi yang kami lakukan sudah sesuai dengan aturan dan arahan dinas,” terangnya.

Bahkan menurutnya, pihaknya mengaku telah turun beberapa kali ke lokasi menjumpai calon penerima bantuan ke Desa Lueng Peut pada tanggal (10/11/2019), sebelumnya juga sudah turun beberapa kali.

“Bahkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan Kabupaten juga sudah turun, tapi mereka tidak bersedia tambak nya di rehab, kecuali mereka minta ganti rugi bila tambak mereka di keringkan terhadap bibit ikan yang sedang di pelihara,” jelas Nurdin.

Menurutnyapihaknya tidak mungkin membayar ganti rugi karena tidak ada dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB), atau dokumen kontrak.

“Karena penerima menolaknya maka kami pindah lokasi ke Desa Meunasah Asan,” cetusnya.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan jika ada pihak yang menjamin dan bersedia membuat peryataan tertulis terhadap jaminan alat berat tidak di ganggu dan tidak meminta ganti rugi isi kolam mereka, pihaknya mengaku siap memindahkan lagi ke Desa Lueng Peut.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here