Proyek Nasional Jalan Tol Seksi IV Leces – Simpang Susun Gending Segera Dikerjakan

Pra persiapan konsultasi publik.

PROBOLINGGO, Jumat (16/3/2018) suaraindonesia-news.com – Proyek nasional jalan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) seksi IV Leces – Simpang Susun Gending, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akan segera dimulai pengerjaanya.

Sebelum proyek nasional jalan tol Paspro seksi IV tersebut dikerjakan, PPK Kementerian PUPR yang diberi tugas untuk melakukan pengadaan lahan/tanah untuk proyek jalan tol Paspro, melakukan kegiatan pra persiapan konsultasi publik/sosialisasi penyamaan persepsi pengadaan tanah untuk kepentingan umum pembangunan proyek nasional jalan tol Pasro seksi IV Leces – Simpang Susun Gending.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di aula Paseban Sena jalan Suroyo Kota Probolinggo, dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Kementerian PU, dari Gubernuran Dwi Mardiana Kabag Pemerintahan Propinsi Jawa Timur, Petrus Sitorus dari PMU Subdit Pengadaan Tanah Jalan Tol, Sekda Pemkab Probolinggo, Suparwiyono, Dr. Jarot Widya Muriawan dari Kanwil Propinsi Jatim, ketua BPN Kabupaten Probolinggo Sri Poernomo, serta para Camat, Kapolsek juga Komandan Koramil yang wilayahnya terkena langsung proyek jalan tol Paspro seksi IV.

Seusai kegiatan pra persiapan konsultasi publik tersebut, Agus Minarno selaku Ketua PPK Kementerian PUPR yang diberi kewenangan melakukan pengadaan tanah untuk kepentingan umum pembangunan jalan tol Paspro kepada insan pers mengatakan, untuk seksi IV ini adalah awal dari pelaksanaan konsultasi publik atau sosialisasi.

“Dalam acara tadi, kita masih melakukan penyamaan persepsi dulu antar Pemerintah Daerah dengan Propinsi, BPN, dan Kementerian PU. Termasuk nanti di pelaksanaannya,” ujarnya, Jumat (16/3/2018).

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaksanaan seksi IV ini target kita rencananya paling lama 6 bulan, mulai dari kegiatan per hari ini sampai penetapan lokasi oleh Gubernur. Untuk antisipasi supaya tidak terjadi seperti pelaksanaan di seksi 1-2-3, (Pasuruan – Leces). “Kami sudah rapat dengan Sekda Kabupaten Probolinggo dengan timnya untuk mengantisipasi hal hal yang pernah terjadi pada pelaksanaan seksi 1-2-3,” ucapnya.

Pada seksi IV Leces – Simpang Susun Gending ini, kata Agus Minarno meliputi 6 Kecamatan / 18 desa, seluas 132 hektar, panjang 12,45 km, ada satu simpang susun di desa Gending. Sesuai dengan gambar, 99% adalah lahan kosong. Untuk totalnya, dari seksi 1-2-3-4 panjangnya 45 Km.

“Mengenai anggaran untuk tol seksi IV ini hampir 400 milliar untuk pengadaan tanah/lahan seluas 132 hektar,” terangnya.

Baca Juga: Mbak Puti Tantang Kader PDIP Kota Probolinggo Menangkan GUSTI 80 Persen Suara 

Agus Minarno mengatakan, untuk tanah aset desa yang terkena langsung proyek tol seksi IV kami belum mematok dan belum terdata. “Habis ini kami baru melakukan pematokan. Hal ini kami sudah dihimbau oleh Gubernur untuk segera mematok,” katanya.

Pada pelaksanaan seksi IV ini, Agus Minarno menjelaskan, konsepnya berbalik dengan pelaksanaan seksi 1-2-3. Kalau pada seksi 1-2-3 kemarin konsultasi publik dulu baru mematok. Sekarang pada seksi IV ini matok dulu baru konsultasi publik. Jadi yang kami undang nanti bukan terdampak lagi, tapi yang terkena langsung jalan tol seksi IV. Sehingga tidak terjadi polemik lagi di masyarakat.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Probolinggo Suparwiyono kepada insan media menyampaikan, pekerjaan proyek nasional jalan tol Paspro seksi IV ini harapan kita bisa berjalan lancar, selesai sesuai dengan target yang ditentukan. Untuk itu tentunya memerlukan suatu kebersamaan, kekompakan, baik dari masyarakat, termasuk unsur unsur yang lain dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Kalau Pemda prinsipnya memaklumi dan siap untuk mendukung semua ini. Karena proyek tol seksi IV ini untuk kepentingan kita semua, termasuk untuk kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Makanya kita harapkan, bagaimanapun semua yang terlibat dalam hal ini kita harap semua mendukung, agar tidak terjadi masalah. Semuanya selesai, lancar, aman. Nanti kalau sudah betul betul terwujud benar, selesai betapa bahagianya kita orang Probolinggo,” ungkapnya.

Dengan adanya jalan tol ini diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo. “Harapan kita target angka kemiskinan untuk tahun 2019 sebesar 18%, sementara di tahun 2018 ini angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo masih 19 koma sekian persen. Target 2019 angka kemisminan di Kabupaten Probolinggo turun dengan adanya jalan tol ini,” pungkasnya.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here