PPDB Tingkat SMPN 2017, Kuota Pendaftar dan Penerimaan Timpang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin, S. Pd

Reporter: Iran G Hasibuan

BOGOR, Kamis (8/6/2017) suara indonesia-news.com – Pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017 untuk jalur prestasi dan keluarga miskin untuk tingkat SMPN ternyata tidak tertampung semuanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin usai mengadakan rapat di kantor DPRD Kota Bogor mengatakan, setelah pengumuman pendaftaran jalur prestasi dan jalur keluarga miskin banyak yang tidak tertampung.

“Alasan tidak tertampung nya sebagian dari jalur prestasi maupun jalur keluarga miskin karena kuota yang mendaftar dengan kuota penerimaan tidak sesuai,” ujarnya.

Ditambahkan Fahrudin, yang mendaftar untuk jalur prestasi pada tahun 2017 ini berjumlah 595 siswa sementara kuota penerimaan sekitar 400 an siswa maka sekitar 100 siswa tidak tertampung.

Sedangkan untuk jalur keluarga miskin dari kuota yang diterima hanya seribuan, sementara yang daftar dua ribuan (2000) lebih,maka yang tidak tertampung sekitar seribuan, tuturnya.

“Kuota Pendaftar dan Penerimaan Timpang,” kata dia kepada awak media.

Dengan demikian, solusi bagi mereka yang tidak tertampung bisa mendaftarkan diri secara online atau mendaftar ke sekolah setara SMP Swasta, terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Anggota DPRD komisi D Eka wardana mengatakan, calon pendaftar harus benar-benar di verifikasi, termasuk pula Dinas Pendidikan harus menguji coba prestasi calon siswa, khusus untuk jalur prestasi.

Selain itu, dinas terkait dituntut mensosialisasikan jalur prestasi yang mana saja yang di prioritaskan dari sepuluh persen tersebut.

“Seharusnya Dinas Pendidikan terlebih dahulu mensosialisasikan ke publik prestasi apa saja yang di prioritaskan, prestasi itukan bukan hanya olahraga, masih banyak prestasi lain seperti keagamaan, saint dan tehnologi,” imbuhnya.

Yang terpenting kata Eka kedepan, siswa siswi yang berprestasi harus benar benar diperhatikan oleh pemerintahan kota bogor.

“Artinya, jika siswa tersebut tidak masuk ke sekolah negeri, maka pemerintah sendiri harus membiayai siswa tersebut walaupun masuk ke sekolah swasta,” harapnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here