Polresta Bogor Kota Sosialisasikan Program Police Goes To School Di SMA 9 Kota Bogor

Foto: Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya (kiri) Kepala Sekolah SMAN 9 Kota Bogor Denty Dentrijadi, S. Pd, MM. (Foto: Iran/SI)

BOGOR, Senin (18 September 2017) Suaraindonesia-news.com – Melalui program unggulan polresta bogor kota “Police Goes To School” atau polisi masuk sekolah, hari ini senin (18/9) polresta bogor kota sosialisasikan di SMAN 9 Kota Bogor jalan mantarena, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Jawa Barat.

Kapolresta Bogor Kota Kombes pol Ulung Sampurna Jaya dalam sambutannya mengatakan, sebagai abdi masyarakat yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk memelihara kamtibmas, menegakkan hukum dan sebagai pelindung, pengayom serta pelayan masyarakat untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya di kota bogor.

Maka perlu disosialisasikan program police goes to school, dalam rangka penyelamatan generasi penerus bangsa dari ancaman yang merongrong generasi muda dari berbagai media sarana maupun aktivitas dan interaksi sosial.

Baca Juga: Pelayanan Pos Cabang Sumenep Perlu Ditinjau Ulang, Ini Alasannya

Karena anak anak adalah masa depan bangsa dan negara, maka melalui kegiatan ini, pihak kepolisian polresta bogor kota mengajak peran serta semua pihak dalam upaya perlindungan terhadap anak anak generasi penerus bangsa dari berbagai ancaman.

“Budaya tawuran, kekerasan dan anarkisme yang masih ada dikalangan pelajaran, Penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, Seks bebas dan aborsi, Budaya vandalisme dan pengerusakan fasilitas umum, Perkumpulan/geng motor, serta Pelanggaran lalu lintas,balapan liar dan lain sebagainya,” paparnya.

Menggarisbawahi poin enam uraian diatas kata Kombes pol Ulung, yang berkaitan dengan perihal pelanggaran lalulintas, ia menyampaikan bahwa fenomena penggunaan kendaraan bermotor dikalangan pelajaran saat ini, merupakan hal yang lumrah dan dianggap biasa oleh orang tua.

Menurutnya, hal tersebut menjadi buah simalakama.Apabila dilihat dari kondisi faktual saat ini, dimana usia pelajar yang belum 17 tahun dan belum berkomitmen mengendarai kendaraan bermotor.

“Dan ini banyak menjadi pelaku maupun korban kecelakaan lalulintas yang sia sia di jalan, namun disisi lain, orang tua ingin anaknya cepat sampai ke sekolah dan ekonomis dengan menggunakan roda dua,” ungkapnya.

Dengan itu, pada kesempatan ini pihak polresta bogor kota menghimbau kepada pihak sekolah untuk tidak memfasilitasi penggunaan kendaraan bermotor bagi siswa/i nya ke sekolah.

Baca Juga: Tolak Grab, Ratusan Sopir Angkot kota Batu Mogok Massal

“Dihimbau pula kepada pelajar yang belum memiliki SIM agar tidak menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya, hal tersebut bertujuan untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban dari kalangan pelajar,” katanya.

Selain itu kata Ulung, diinformasikan bahwa pada tahun 2017/2018 Kepolisian RI melalaui Korps Lalu Lintas mencanangkan tahun tersebut sebagai tahun keselamatan untuk kemanusiaan, hal tersebut bertujuan dalam rangka menurunkan fatalitas kecelakaan serta menumbuhkan komunitas dan elemen masyarakat sebagai mitra pro-aktif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Adapun menyambut hari jadinya polantas yang ke 62 yang jatuh pada tanggal 22 September 2017 mendatang, dimana pada peringatan ini mengambil tema yang berkaitan dengan tahun keselamatan untuk kemanusiaan yaitu ” Indonesia Aman, Tertib dan Lancar Melalui Modernisasi Polantas Sebagai Implementasi Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan,” terangnya.

Sehingga diharapkan, dengan semakin matangnya usia polisi lalu lintas dapat semakin modern dan profesional dalam membantu masyarakat Kota Bogor, khususnya dalam mengatasi permasalahan lalu lintas, baik pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas imbuhnya.

Kepala sekolah SMAN 9 Denty Dentrijadi, S. Pd, MM menyambut baik atas sosialisasi polresta bogor kota berkaitan dengan Police Goes To School.

Dikatakan Denty, dengan adanya sosialisasi yang diberikan oleh polresta bogor kota secara langsung kepada sekolah, maka guru guru maupun siswa dan siswi akan mendapatkan motivasi yang luar biasa.

Baca Juga: Paska Penetapan ER Sebagai Tersangka, Penyidik KPK Obok-obok Rumdin dan Ruang Kerja Walikota Batu

Dengan datangnya pihak kepolisian ke SMAN 9 secara langsung, apalagi yang hadir kapolres dan para kabagopnya bahkan kapolsek juga hadir dan berbaur dengan siswa siswi memberikan arahan, berarti kedekatan kepolisian dengan siswa/i sebagai pengayom masyarakat sudah jelas.

Selain itu kata Denty, saat memberikan kuis kepada siswa/i sebenarnya adalah bahagian dari pembelajaran tentang hukum tuturnya.

Senada dengan Kepala Sekolah SMAN 9, Kesiswaan SMAN 9 Wahidin menuturkan, berkaitan dengan poin yang 6 dari polresta bogor kota, sebenarnya di SMAN 9 sendiri adalah bahagian dari janji siswa yang tiap hari senin dibacakan tukasnya

Dirinya berharap, kedepan pihak polresta tetap mensosialisasikan kepada pihak sekolah baik itu negeri maupun swasta, agar semua tau apa saja peran dari kepolisian.

“Kalo kepolisian datang langsung untuk sosialisasi dan berbaur dengan siswa/siswi akan beda,” pungkasnya. (Iran G Hasibuan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here