Polisi Bongkar Sindikat Narkoba, 9 Orang Ditangkap Satreskoba Polres Batu

Kapolres Batu sedang meminta keterangan kepada salah satu pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

KOTA BATU, Selasa (19/11/2019) suaraindonesia-news.com – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Batu, Jawa Timur, kembali meringkus sendikat pengedar narkotika jenis sabu, ada sembilan orang yang berhasil ditangkap polisi diantaranya delapan orang dewasa dan satu orang masih dibawah umur, serta Polisi berhasil mengamankan Barang bukti (BB).

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK mengatakan bahwa 9 orang yang ditangkap Polisi itu seluruhnya warga kota Batu, dari 9 tersangka yang diamankan, dua orang di antaranya sebagai pengedar, tiga kurir dan empat pengguna sabu. Dua pengedar yang diamankan berinisial AY dan HP, tiga kurir berinisial MF, IH dan WA, dan empat pengguna berinisial AS, DA, MA dan NEW.

“Bulan November ini, Polisi telah mengamankan 9 orang tersangka. Dari tangan kesembilan tersangka ini, Polisi mengamankan barang bukti (bb) sebanyak 35,74 gram sabu. Dengan demikian Petugas telah menyelamatkan 179 orang di Kota Batu dari bahaya narkoba jenis sabu,” ujar AKBP Harviadhi Agung Prathama yang didampingi Kasat Reskoba Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto, Selasa (19/11). Di Mapolres Batu.

Lanjutnya, dalam pengungkapan ini, Polisi menangkap para tersangka ini di enam titik. Yaitu, Dusun Binangun, Songgoriti kelurahan Songgokerto, Ngaglik, Temas, Pesanggrahan dan Pandanrejo. Dari keenam tempat tersebut terungkap adanya 7 kasus nakoba.

“Adapun jika dikonversi dalam Rupiah, satu gram sabu bernilai Rp 1,2 juta. Dengan demikian dari barang bukti sebanyak 35,74 gram shabu nilainya mencapai Rp 43 juta. K alau kita asumsikan 1 gram sabu dikonsumsi 5 orang, berarti kita menyelamatkan 179 orang dari bahaya shabu,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, jika pengungkapan kali ini memiliki jumlah BB cukup besar. Hal ini mengindikasikan bahwa peredaran sekaligus ancaman bahaya sabu masih cukup tinggi di Kota Batu. Diperlukan adanya upaya bersama dari semua elemen masyarakat, tokoh masyarakat, akademisi dan dan masyarakat untuk membersihkan Batu dari narkoba.

Diketahui, dari dua pengedar yang tertangkap, satu di antaranya berprofesi bekerja sebagai tukang ojek online. Adapun satu pengedar lainnya bekerja serabutan. Dua pengedar yang sudah menekuni statusnya selama tujuh bulan ini mengaku mendapatkan keuntungan menjadi pengedar setiap bulannya Rp 4 juta.

Sebelumnya, pada bulan Oktober kemarin Polres Batu juga telah menangkap 15 tersangka dan mengungkap 7 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari tersangka tersebut Polisi berhasil mengamankan BB sebanyak 48,02 gram shabu dan menyelamatkan sebanyak 240 orang dari bahaya narkoba.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan atau ayat 114 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Oca


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here