LUMAJANG, Senin (11/3/2019) suaraindonesia-news.com – Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ada 2 warganya yang sudah melepaskan predikat dari Program Keluarga Harapan (PKH) sejahtera secara mandiri.
Menurut Bupati Lumajang, Thoriqul Haq yang mengatakan kepada awak media kalau dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut adalah Maruche Rimbawati warga Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun yang pengusaha meubel dan Maryanah pengusaha toko klontong asal Desa Kalisemut, Kecamatan Padang.
“Mereka secara sukarela keluar dari kepesertaan PKH. Ini merupakan kesadaran diri dari PKM yang sudah sejahtera dan mengalami keberhasilan dalam membina anak-anaknya menempuh Pendidikan yang lebih baik untuk masa depannya, sehingga memutus mata rantai kemiskinan,” katanya.
Dengan memilih graduasi mandiri ini, kata Cak Thoriq, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa tujuan dari PKH telah berhasil, yaitu mensejahterakan Keluarga dan mengubah mind set KPM.
“Atas keberhasilan PKH ini, ada juga 3 anak KPM yang mempunyai prestasi setingkat regional dan nasional. Yang pertama yaitu Ruri Viera Veronicha, seorang atlet Taekwondo asal Desa Klanting, Kecamatan Sukodono,” jelas politisi PKB ini.
Yang kedua, menurutnya, ada juga anak yang bernama Ria Yulianti, yaitu atlet paralympic dari Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro. Dan yang ketiga adalah Adzyraatul Luthfiyah yang mempunyai prestasi dalam kejuaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an asal Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung.
“Di Kabupaten Lumajang, KPM terkecil adalah disandang oleh Kecamatan Pasrujambe, yaitu sebanyak 888 KPM dengan nilai bantuan sebesar Rp. 1.004.200.000,” paparnya.
Yang terbanyak, diungkapkan Ninis, didominasi di Kecamatan Pasirian, sebanyak 3.539 dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 4.214.975.000.
“Sedangkan di Kecamatan Kota, KPM tercatat sebanyak 1.753 dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 2.185.300.000,” ujarnya lagi.
Dari data yang diperoleh awak media, bahwa rekapitulasi bantuan soaial tahap l Propinsi Jawa Timur tahun 2019, untuk PKH ada sekitar 1.653.484 keluarga dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 1.954.834.275.000. Dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan kepada 2.997.268 keluarga, bantuan sebesar Rp. 329.699.480.000.
Untuk rekapitulasi bantuan sosial Kabupaten Lumajang Tahap l tahun 2019, untuk PKH sebanyak 46.398 keluarga dengan bantuan sebesar Rp. 54.327.250.000 dan BPNT diberikan kepada 89.871 keluarga dan besar bantuan Rp. 9.885.810.000.
Sebaran Bank penyalur bantuan non tunai PKH Propinsi Jawa Timur Tahun 2018 didominasi oleh Bank BNI, namun ada juga Mandiri, BTN dan BRI yang ikut juga menyalurkan dana tersebut.
Kabupaten Jember dan Kota Madiun yang menggunakan 3 bank sekaligus untuk penyebaran penyaluran bantuan non tunai tersebut.
Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publikasi : Imam












