Petani Madat Enggan Serahkan Data Untuk E-RDKK, Kuota Pupuk Subsidi Terancam Berkurang

oleh -362 views
Sufian (kanan) Mantri Tani Kecamatan Madat.

ACEH TIMUR, Sabtu (20/06/2020) suaraindonesia-news.com – Penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2020 harus menggunakan E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kelompok), sedangkan untuk Kecamatan Madat E-RDKK nya baru terimput 50 Kelompok Tani atau sekitar 50%, dikarenakan banyak petani atau kelompok tani yang tidak bersedia memberikan data, di antaranya foto copy KK dan KTP sebagai syarat untuk mengimput dalam sistem E-RDKK.

Hal itu disampaikan Mantri Tani Kecamatan Madat Sufian saat dikonfirmasi media ini Sabtu 30/06, terkait makin berkurang jatah (kuota) pupuk bersubsidi di Kecamatan Madat.

“Berkurang nya jumlah kuota pupuk bersubsidi akan berdampak berkurang nya pupuk serat akan terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Madat,” Kata Sufian.

Saat ini jatah kuota pupuk subsidi untuk Kecamatan Madat pertahun khusus petani sawah, jenis Urea 220 ton, SP-36, 71 ton, pupuk organik 12 ton, Za 31 ton dan NPK 110 ton.

Sedangkan luas lahan tanaman padi Kecamatan Madat berdasarkan data Dinas Pertanian sebanyak 2937 Ha. Namun data di BPN berkurang sebanyak 700 ha, yaitu hanya luasan lahan 2180 Ha.

Ideal nya kata Sufian, untuk Kecamatan Madat kuota pupuk untuk jenis urea saja 450 ton.

Ia berharap Petani harus segera memberikan datanya, agar bisa mengimput data E-RDKK, sebab direncanakan semua data sudah terimput tanggal 25/06.

“Padahal kita sudah sosialisasikan masalah ini kepada petani dan kelompok tani untuk menyerahkan data,” pungkas Sufian.

Penerapan RDKK manual ke Sistem Elektronik RDKK oleh Kementrian Pertanian sejak tahun 2020 bertujuan dalam penyaluran pupuk bersubsidi untuk kemudahan dan ketepatan sasaran, sehingga tidak terjadi penyelewengan pupuk.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *