Persiapan IKN, Bupati Edi Damansyah Dorong Penguatan Pertanian, Nelayan dan SDM

oleh -802 views
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah (Baju warna putih) yang sekaligus calon Bupati dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020. Saat bersilaturahmi dengan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Abuleke Berkarya di Kel. Margo Mulyo, Kec. Samboja, Kab. Kutai Kartanegara, Minggu, (4/10/2020) sore.

SAMBOJA, Senin (5/10/2020) suaraindonesia-news.com – Kecamatan Samboja merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang masuk di kawasan Ibu Kota Negara (IKN).

Untuk memenuhi kesiapan pangan, Pemerintah Kutai Kartanegara mulai meningkatkan potensi di sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, dan sektor perikanan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah yang juga calon Bupati dalam pilkada Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2020-2025 mendatang mengatakan, potensi pertanian di Kecamatan Samboja sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pangan IKN mendatang.

“Potensi pertanian di Kecamatan Samboja sangat besar, seperti pertanian hortikultura, petani sawah yang selama ini pengembangannya sudah cukup baik, dan nelayan juga cukup besar. Kita kedepan juga ada program pertanian yang berbasis kawasan, maka existing yang sudah ada ini tinggal dikuatkan aja lagi,” Kata Edi Damansyah saat bersilaturahmi dengan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Abuleke Berkarya di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu, (4/10/2020) sore.

Edi Damansyah menjelaskan, penguatan berbasis kawasan ini ada dua sektor,  yakni di sektor pertanian dan perikanan. Untuk disektor perikanan Pemerintah Kutai Kartanegara akan menguatkan keberadaan para nelayan.

“Ada 25 ribu target kita untuk menfasilitasi nelayan produktif untuk akses permodalan dan pasar. Pun di sektor pertanian berbasis kawasan ini nanti penguatan infrastrukturnya, ada sekitar 120 Embung yang akan kita bangun kedepan di 18 Kecamatan, dan  jalan usaha tani sekitar 120 kilomiter juga akan dikerjakan termasuk di kawasan Kecamatan Samboja,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan di sektor pertanian sebagai upaya persiapan penguatan ketahanan pangan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur mendatang. Peningkatan di sektor pertanian ini sebagai andalan potensi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kalau kita bicara Samboja, ini identik dengan kawasan Ibu Kota Negara (IKN), apa yang sudah dilakukan oleh generasi muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Abuleke Berkarya ini bisa menjadi percontohan kita kedepan. Pertanian dalam program kita kedepan, kita akan terus menguatkan hilirisasi pertanian, ini yang mudah kita lakukan. Jadi hilirisasi pertanian ini nanti identik dengan pola pengembangan pertanian yang berbasis kawasan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini Kabupaten Kutai Kartanegara ditopang oleh migas dan batu bara sebesar 63 persen, dua sektor tersebut yang nantinya juga akan habis dan tidak akan bisa diperbarui.

“Makanya kita persiapkan transformasi struktur ekonomi di Kabupaten Kutai Kartanegara ini ke sumber daya alam. Yang bisa di perbarui, dalam hal ini di sektor pertanian, pariwisata, nelayan dan sektor sumber daya manusia,” ujarnya.

Edi Damansyah yang merupakan calon tunggal dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang berpasangan dengan Rendi Solihin tersebut juga akan memberikan prioritas bagi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Kutai Kartanegara melalui pendidikan formal.

Untuk pendidikan formal tersebut, kata Edi, nantinya akan memfasilitasi 10 ribu beasiswa. Dari 10 ribu beasiswa tersebut, seribu beasiswa akan di cadangkan khusus para guru.

“Saat ini guru masih ada dari lulusan SLTA, nantinya akan di biayai untuk ke jenjang pendidikan Strata 1 (S1). Dengan upaya kita meningkatkan kompetensi para guru, kita berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara juga akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Kemudian sisanya yang 9 ribu beasiswa, lanjut Edi, akan di alokasikan untuk para santri, santriwati, dan anak muda kristiani yang sedang menempuh pendidikan dijenjang perguruan tinggi.

“Nanti kita fasilitasi semua. Ini adalah upaya kita bagaimana kita dalam melakukan keseimbangan, harapan kita nanti SDM tidak hanya berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi tapi juga berbasis kepada iman dan ketaqwaan,” tandasnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *