TENGGARONG, Rabu (19/8) suaraindonesia-news.com – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono memimpin peresmian Batalyon Armed (Yonarmed) 22/Kesumawira, yang digelar di Kutai Kartanegara.
Pembentukan Batalyon tempur ini menjadi langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam mempertebal sistem pertahanan di wilayah Kalimantan Timur.
Mayjen TNI Krido Pramono menjelaskan bahwa pembentukan satuan baru ini merupakan respons cepat TNI terhadap perkembangan lingkungan strategis yang dinamis di Kalimantan.
Pemilihan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai markas komando didasarkan pada perhitungan geografis yang sangat krusial.
“Pembentukan Yonarmed 22/Kesumawira pada dasarnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan Kodam VI/Mulawarman di wilayah Kalimantan Timur. Tenggarong dipilih karena secara geografis berada di posisi yang strategis,” ujar Pangdam.
Dengan penempatan di lokasi ini, TNI memiliki mobilitas kekuatan yang lebih dekat, taktis, dan responsif dalam mengantisipasi sekaligus mengamankan setiap dinamika situasi di lapangan.
Pangdam juga memberikan instruksi tegas kepada jajaran komando satuan baru agar langsung bergerak cepat mengejar kesiapan operasional penuh (full operational capability), baik dari aspek kesiapan prajurit maupun modernisasi alutsista.
“Saya ingin satuan ini segera mencapai kesiapan operasional. Personel harus terlatih, alutsistanya harus siap digunakan. Kita tidak ingin satuan ini hanya bagus pada saat diresmikan, tetapi setelah itu justru tidak berkembang,” tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.
Di samping kesiapan tempur sebagai tugas utama, Pangdam menekankan pentingnya fungsi ganda (dual role) prajurit di era modern. Yonarmed 22/Kesumawira diinstruksikan untuk segera membaur, beradaptasi, dan membangun sinergi harmonis dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara serta masyarakat setempat.
Satuan ini juga disiapkan sebagai kekuatan penunjang pemda dalam operasi militer selain perang, seperti mitigasi dan penanganan bencana alam, evakuasi, hingga program karya bakti kemasyarakatan.
“Keberadaan Yonarmed 22/Kesumawira harus punya dua fungsi yang berjalan bersama. Kesiapan pertahanan tetap menjadi tugas utama, sementara di sisi lain prajurit harus hadir dan membantu masyarakat ketika memang dibutuhkan,” pungkas Pangdam.
Kehadiran batalyon artileri medan baru ini diharapkan tidak hanya memperkokoh stabilitas keamanan di Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi motor penggerak kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Kutai Kartanegara.












